Sekitar 17 orang meninggal dunia akibat banjir bandang di Pulau Siau Sulut. Korban tewas dari kelompok usia berbagai kaliber, mulai dari anak kecil hingga lanjut usia.
Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, sebanyak 16 orang meninggal dunia. Jumlah ini meliputi Alvin Anise (23 tahun), Priskila Saol (73 tahun), Hermina Maningide (76 tahun), Rafles Kobis (74 tahun), Santi Diamanis (35 tahun), Joan Bangsa (20 tahun), El Kamanangan (empat tahun), Yanjte Tamaronggehe (50 tahun), Fardelin Tamalonggehe (93 tahun), Frolensi Bawole (74 tahun), Kairi Kansil (dua bulan), Jenita Maruf (45 tahun), Swingly Dalending (47 tahun), Rahmon Bangsa (49 tahun), Alexius Olongsongke (41 tahun), dan Sylvia Pamondolang (36 tahun).
Berdasarkan data yang diterima BPBD Sitaro, seluruh korban meninggal dunia di rumah mereka sendiri. Menurut Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Sitaro, Sonny Belseran, beberapa warga masih menempati rumah-rumah keluarga yang sudah rusak akibat banjir bandang.
Selain itu, juga tercatat dua orang hilang. Mereka adalah Adris Pianaung dan Leon Pianaung, keduanya merupakan warga Kampung Bahu.
Menurut Sonny Belseran, tim SAR gabungan masih mencari kedua korban tersebut. Proses pencarian dan evakuasi dilakukan bersama dengan aparat TNI-Polri, pihak terkait lainnya, serta masyarakat.
Kemudian, berdasarkan laporan situasi terkini, sebanyak 683 warga kampung/desa di Pulau Siau masih mengungsi di sejumlah tempat setelah banjir bandang menghantam wilayah tersebut pada Senin (5/1/2026).
Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, sebanyak 16 orang meninggal dunia. Jumlah ini meliputi Alvin Anise (23 tahun), Priskila Saol (73 tahun), Hermina Maningide (76 tahun), Rafles Kobis (74 tahun), Santi Diamanis (35 tahun), Joan Bangsa (20 tahun), El Kamanangan (empat tahun), Yanjte Tamaronggehe (50 tahun), Fardelin Tamalonggehe (93 tahun), Frolensi Bawole (74 tahun), Kairi Kansil (dua bulan), Jenita Maruf (45 tahun), Swingly Dalending (47 tahun), Rahmon Bangsa (49 tahun), Alexius Olongsongke (41 tahun), dan Sylvia Pamondolang (36 tahun).
Berdasarkan data yang diterima BPBD Sitaro, seluruh korban meninggal dunia di rumah mereka sendiri. Menurut Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Sitaro, Sonny Belseran, beberapa warga masih menempati rumah-rumah keluarga yang sudah rusak akibat banjir bandang.
Selain itu, juga tercatat dua orang hilang. Mereka adalah Adris Pianaung dan Leon Pianaung, keduanya merupakan warga Kampung Bahu.
Menurut Sonny Belseran, tim SAR gabungan masih mencari kedua korban tersebut. Proses pencarian dan evakuasi dilakukan bersama dengan aparat TNI-Polri, pihak terkait lainnya, serta masyarakat.
Kemudian, berdasarkan laporan situasi terkini, sebanyak 683 warga kampung/desa di Pulau Siau masih mengungsi di sejumlah tempat setelah banjir bandang menghantam wilayah tersebut pada Senin (5/1/2026).