Lei Jun, Pendiri Xiaomi, Tolak Mendapat Julukan Steve Jobs-nya China
===========================================================
Pendiri Xiaomi Lei Jun sempat dianggap sebagai Steve Jobs-nya China. Namun, ia enggan mendapatkan julukan tersebut.
Dalam sebuah tulisan di blog resmi perusahaan sekitar tahun 2013 lalu, Lei Jun mengungkapkan protesnya terhadap julukan tersebut. Salah satu yang disoroti adalah saat sejumlah reporter menyakan dirinya dengan Jobs.
Lei Jun menilai mendiang pendiri Apple adalah seorang yang hebat dan merupakan inspirasi besar bagi Xiaomi. Namun, ia percaya bahwa menggunakan dia sebagai titik perbandingan untuk dirinya tidak tepat karena baik Apple dan Xiaomi adalah dua perusahaan yang berbeda.
"Xiaomi dan Apple merupakan dua perusahaan yang sangat berbeda," kata Lei Jun. "Jadi saat seorang reporter bertanya 'orang-orang menyebut Anda Steve Jobs-nya China, bagaimana Anda menanggapi itu?' Saya benar-benar tidak tahu apa yang harus dikatakan."
Lei Jun juga mengungkapkan bahwa banyak wartawan yang mengajukan pertanyaan soal cara Xiaomi untuk lebih baik dari Apple atau Samsung. Ia percaya bahwa dia bingung menjawab pertanyaannya karena kala itu perusahaannya masih sangat muda.
Dalam konteks lain, Lei Jun menjelaskan Xiaomi berada di antara para raksasa industri yang kompetitif dan cepat berubah. Namun, ia percaya bahwa artikel-artikel tentang Xiaomi yang salah paham bisa membuat dirinya mendapat kritikan di internet.
Lei Jun juga menyoroti cara media lokal menilai Xiaomi yang digambarkan sebagai baofahu atau warga kelas bawah yang mendadik kaya. Ia mencontohkan saat The Wall Street Journal menulis soal Xiaomi tak lagi menggunakan istilah shanzhai, kemudian laporan itu diterjemahkan oleh media lokal dan diubah dengan sebutan baofahu.
"Saya tidak tertarik berdebat soal semantik, namun semua orang bisa melihat terjemahan bahasa Mandarin dari The Wall Street Journal punya bias mendasar dengan kata baofahu," tegasnya.
===========================================================
Pendiri Xiaomi Lei Jun sempat dianggap sebagai Steve Jobs-nya China. Namun, ia enggan mendapatkan julukan tersebut.
Dalam sebuah tulisan di blog resmi perusahaan sekitar tahun 2013 lalu, Lei Jun mengungkapkan protesnya terhadap julukan tersebut. Salah satu yang disoroti adalah saat sejumlah reporter menyakan dirinya dengan Jobs.
Lei Jun menilai mendiang pendiri Apple adalah seorang yang hebat dan merupakan inspirasi besar bagi Xiaomi. Namun, ia percaya bahwa menggunakan dia sebagai titik perbandingan untuk dirinya tidak tepat karena baik Apple dan Xiaomi adalah dua perusahaan yang berbeda.
"Xiaomi dan Apple merupakan dua perusahaan yang sangat berbeda," kata Lei Jun. "Jadi saat seorang reporter bertanya 'orang-orang menyebut Anda Steve Jobs-nya China, bagaimana Anda menanggapi itu?' Saya benar-benar tidak tahu apa yang harus dikatakan."
Lei Jun juga mengungkapkan bahwa banyak wartawan yang mengajukan pertanyaan soal cara Xiaomi untuk lebih baik dari Apple atau Samsung. Ia percaya bahwa dia bingung menjawab pertanyaannya karena kala itu perusahaannya masih sangat muda.
Dalam konteks lain, Lei Jun menjelaskan Xiaomi berada di antara para raksasa industri yang kompetitif dan cepat berubah. Namun, ia percaya bahwa artikel-artikel tentang Xiaomi yang salah paham bisa membuat dirinya mendapat kritikan di internet.
Lei Jun juga menyoroti cara media lokal menilai Xiaomi yang digambarkan sebagai baofahu atau warga kelas bawah yang mendadik kaya. Ia mencontohkan saat The Wall Street Journal menulis soal Xiaomi tak lagi menggunakan istilah shanzhai, kemudian laporan itu diterjemahkan oleh media lokal dan diubah dengan sebutan baofahu.
"Saya tidak tertarik berdebat soal semantik, namun semua orang bisa melihat terjemahan bahasa Mandarin dari The Wall Street Journal punya bias mendasar dengan kata baofahu," tegasnya.