Pemilik Maktour Travel, Fuad Hasan Mahsyur, mengatakan bahwa pembagian kuota haji tambahan pada periode haji 2024 merupakan urusan dan tanggung jawab Kementerian Agama (Kemenag). Menurut Fuad, pihak travel haji tidak mengetahui soal pembagian kuota tersebut.
Fuad mengatakan bahwa Maktour hanya mendapatkan kurang dari 300 kuota haji khusus pada 2024. Sebelum ada kuota haji tambahan, kuota jamaah di Maktour untuk 2024 adalah 267. Menurut Fuad, narasi yang mengatakan bahwa Maktour mendapatkan kuota ribuan adalah salah.
Fuad juga menyebut bahwa dia sebagai pihak dari travel haji, hanya diminta untuk menyampaikan kebutuhan kuota kepada pihak Kemenag. Kuota jamaah yang didapatkan oleh Maktour pada 2024, berkurang sekira 50 persen dibandingkan pada 2023 yang totalnya adalah 600 kuota.
Fuad juga diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) soal pembiayaan yang dikeluarkan saat pelaksanaan haji. Menurut Fuad, dia didalami soal apa lagi namanya, semua pembiayaan-pembiayaan yang kami keluarkan.
Kasus ini bermula dari adanya pemberian kuota haji tambahan oleh Pemerintah Arab Saudi untuk Indonesia sebanyak 20.000 kuota. Kuota tersebut didapatkan usai Pemerintah era Jokowi kunjungan ke Arab Saudi pada 2023.
Fuad mengatakan bahwa Maktour hanya mendapatkan kurang dari 300 kuota haji khusus pada 2024. Sebelum ada kuota haji tambahan, kuota jamaah di Maktour untuk 2024 adalah 267. Menurut Fuad, narasi yang mengatakan bahwa Maktour mendapatkan kuota ribuan adalah salah.
Fuad juga menyebut bahwa dia sebagai pihak dari travel haji, hanya diminta untuk menyampaikan kebutuhan kuota kepada pihak Kemenag. Kuota jamaah yang didapatkan oleh Maktour pada 2024, berkurang sekira 50 persen dibandingkan pada 2023 yang totalnya adalah 600 kuota.
Fuad juga diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) soal pembiayaan yang dikeluarkan saat pelaksanaan haji. Menurut Fuad, dia didalami soal apa lagi namanya, semua pembiayaan-pembiayaan yang kami keluarkan.
Kasus ini bermula dari adanya pemberian kuota haji tambahan oleh Pemerintah Arab Saudi untuk Indonesia sebanyak 20.000 kuota. Kuota tersebut didapatkan usai Pemerintah era Jokowi kunjungan ke Arab Saudi pada 2023.