Kepemimpinan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menimbulkan perdebatan. Kali ini, bukan karena kebijakan yang dikeluarkan oleh Gubernur Pramono Anung, melainkan karena anggaran yang dibutuhkan untuk pembongkaran tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Menurut Sumber di Dinas Bina Marga DKI, Rp100 miliar itu akan digunakan untuk pembongkaran tiang tersebut, serta penataan trotoar, jalan, dan fasilitas lainnya setelah seluruh tiang monorel dibongkar. "Anggaran ini juga bersumber dari APBD DKI Jakarta Tahun Anggaran 2026," kata Heru Suwondo, Kepala Dinas Bina Marga DKI.
Menurut Heru, ada 98 tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said yang akan dibongkar. Puluhan tiang tersebut terpasang sepanjang 3,5 kilometer ruas jalan itu. Pembongkaran yang hanya dilakukan pada malam hari itu diperkirakan akan memakan waktu sekitar 98 hari.
Setelah dibongkar, tiang monorel akan dikembalikan kepada PT Adhi Karya selaku pihak yang mendirikan fasilitas tersebut. Dinas Bina Marga DKI kemudian akan mengalihfungsikan bekas area tiang monorel menjadi jalan kendaraan bermotor.
Heru juga menyatakan bahwa, setelah dibongkar, jalannya yang ada di dekat bekas tiang monorel itu akan ditata seperti halnya di Jalan Rasuna Said sisi barat. "Jadi nyatu. Nah, jalur lambat yang tadinya ada dua, tinggal satu [lajur]," kata Heru.
Sementara itu, pembongkaran ini juga telah disepakati oleh Pemprov DKI Jakarta. Kepala Dinas Bina Marga DKI tersebut menyampaikan minta minggu depan tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said dibongkar.
Menurut Sumber di Dinas Bina Marga DKI, Rp100 miliar itu akan digunakan untuk pembongkaran tiang tersebut, serta penataan trotoar, jalan, dan fasilitas lainnya setelah seluruh tiang monorel dibongkar. "Anggaran ini juga bersumber dari APBD DKI Jakarta Tahun Anggaran 2026," kata Heru Suwondo, Kepala Dinas Bina Marga DKI.
Menurut Heru, ada 98 tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said yang akan dibongkar. Puluhan tiang tersebut terpasang sepanjang 3,5 kilometer ruas jalan itu. Pembongkaran yang hanya dilakukan pada malam hari itu diperkirakan akan memakan waktu sekitar 98 hari.
Setelah dibongkar, tiang monorel akan dikembalikan kepada PT Adhi Karya selaku pihak yang mendirikan fasilitas tersebut. Dinas Bina Marga DKI kemudian akan mengalihfungsikan bekas area tiang monorel menjadi jalan kendaraan bermotor.
Heru juga menyatakan bahwa, setelah dibongkar, jalannya yang ada di dekat bekas tiang monorel itu akan ditata seperti halnya di Jalan Rasuna Said sisi barat. "Jadi nyatu. Nah, jalur lambat yang tadinya ada dua, tinggal satu [lajur]," kata Heru.
Sementara itu, pembongkaran ini juga telah disepakati oleh Pemprov DKI Jakarta. Kepala Dinas Bina Marga DKI tersebut menyampaikan minta minggu depan tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said dibongkar.