Sabtu lalu, sedikitnya 11 stasiun pengisian bahan bakar di Thailand bagian selatan mengalami ledakan bom yang mengerikan. Dengan total empat korban terluka, serangan itu memicu kebakaran di sejumlah stasiun dan membuat berkepanjangan pemeriksaan keamanan. Menurut pengacara militer Thailand, penangkapan belum dilakukan dan tidak diketahui siapa yang bertanggung jawab atas aksi ini.
Ledakan itu terjadi hampir bersamaan di tiga provinsi paling selatan, yaitu Narathiwat, Pattani, dan Yala. Gubernur Narathiwat Boonchauy Homyamyen menjelaskan bahwa sekelompok orang yang jumlahnya belum diketahui mendatangi stasiun dan meledakkan bom yang merusak pompa bahan bakar. Satu anggota polisi juga mengalami luka akibat serangan itu.
Dalam situasi ini, Penyuta Militer Thailand menilai ledakan tersebut sebagai sinyal yang berkaitan dengan pemilihan kepala pemerintahan lokal. Menurut Perdana Menteri Anutin Charnvirakul, aksi pemberontakan tidak secara langsung terkait dengan serangan itu.
Sementara itu, Panglima Militer Thailand di wilayah selatan Mayor Jenderal Narathip Phoynok telah memerintahkan peningkatan pengamanan ke "tingkat maksimal" di seluruh wilayah. Ini berarti peningkatan ketatnya terhadap pos pemeriksaan jalan dan kawasan perbatasan.
Konflik di Thailand bagian selatan telah menjadi fenomena yang umum, dengan banyak korban terjadi sejak 2004. Wilayah tersebut dikenal sebagai kawasan rawan konflik dan sering kali menjadi sasaran serangan.
Ledakan itu terjadi hampir bersamaan di tiga provinsi paling selatan, yaitu Narathiwat, Pattani, dan Yala. Gubernur Narathiwat Boonchauy Homyamyen menjelaskan bahwa sekelompok orang yang jumlahnya belum diketahui mendatangi stasiun dan meledakkan bom yang merusak pompa bahan bakar. Satu anggota polisi juga mengalami luka akibat serangan itu.
Dalam situasi ini, Penyuta Militer Thailand menilai ledakan tersebut sebagai sinyal yang berkaitan dengan pemilihan kepala pemerintahan lokal. Menurut Perdana Menteri Anutin Charnvirakul, aksi pemberontakan tidak secara langsung terkait dengan serangan itu.
Sementara itu, Panglima Militer Thailand di wilayah selatan Mayor Jenderal Narathip Phoynok telah memerintahkan peningkatan pengamanan ke "tingkat maksimal" di seluruh wilayah. Ini berarti peningkatan ketatnya terhadap pos pemeriksaan jalan dan kawasan perbatasan.
Konflik di Thailand bagian selatan telah menjadi fenomena yang umum, dengan banyak korban terjadi sejak 2004. Wilayah tersebut dikenal sebagai kawasan rawan konflik dan sering kali menjadi sasaran serangan.