Bocor: Pesan Ryan Reynolds Menuduh Justin Baldoni Penipu Predator dalam Kasus Blake Lively
Bercerita di balik layar film It Ends With Us, kasus hukum yang terus memanas ini semakin mengesankan. Ryan Reynolds yang membela istrinya, Blake Lively, kini memberikan pesan pribadinya kepada publik sebagai bagian dari proses hukum melawan aktor sekaligus sutradara Justin Baldoni.
"Ya, Ryan terlibat dalam konflik ini, suami mana yang tidak akan mendukung istrinya dan ibu dari anak-anaknya?" kata perwakilan Reynolds kepada Puck News. Ia menegaskan bahwa sang aktor melihat istrinya berjuang setiap hari untuk melawan pelecehan seksual secara pribadi, tetapi justru menghadapi pembalasan karena melakukannya.
Dalam dokumen pengadilan yang tidak lagi disegel, terungkap pesan Reynolds kepada agennya di WME pada Juli 2024. Bintang Deadpool & Wolverine tersebut secara terang-terangan melontarkan julukan pedas kepada Baldoni, menyebutnya sebagai "penipu predator yang murni" dan "kekacauan beracun yang tak dapat dijelaskan".
Selain itu, pesan lain yang dikirim pada Agustus 2024 mengekspresikan rasa frustrasinya karena narasi publik justru menyudutkan istrinya. Ia menulis bahwa ini adalah momen di mana Blake seharusnya merayakan, dan dia tidak ingin Lively menjadi subjek narasi "perempuan pengatur yang menyebalkan".
Di sisi lain, tim hukum Justin Baldoni membantah semua tuduhan tersebut. Pengacara Bryan Freedman menyatakan bahwa bukti-bukti yang baru dirilis justru tidak mendukung klaim Lively secara hukum.
"Kami tetap yakin pada proses hukum dan akan membersihkan nama semua pihak Justin Baldoni," tegas Freedman.
Sementara itu, pengacara Lively, Sigrid McCawley, menekankan bukti yang terungkap menunjukkan banyak perempuan di lokasi syuting mengalami tindakan yang mereka yakini sebagai perilaku tidak pantas. "Tim Baldoni menganggapnya 'sepele', tetapi tidak ada yang sepele tentang pelecehan seksual," ujar McCawley.
Kasus ini akan menuju meja hukum pada Mei 2026 di New York, di mana pasangan Reynolds-Lively akan berhadapan dengan gugatan balik yang diajukan Baldoni.
Bercerita di balik layar film It Ends With Us, kasus hukum yang terus memanas ini semakin mengesankan. Ryan Reynolds yang membela istrinya, Blake Lively, kini memberikan pesan pribadinya kepada publik sebagai bagian dari proses hukum melawan aktor sekaligus sutradara Justin Baldoni.
"Ya, Ryan terlibat dalam konflik ini, suami mana yang tidak akan mendukung istrinya dan ibu dari anak-anaknya?" kata perwakilan Reynolds kepada Puck News. Ia menegaskan bahwa sang aktor melihat istrinya berjuang setiap hari untuk melawan pelecehan seksual secara pribadi, tetapi justru menghadapi pembalasan karena melakukannya.
Dalam dokumen pengadilan yang tidak lagi disegel, terungkap pesan Reynolds kepada agennya di WME pada Juli 2024. Bintang Deadpool & Wolverine tersebut secara terang-terangan melontarkan julukan pedas kepada Baldoni, menyebutnya sebagai "penipu predator yang murni" dan "kekacauan beracun yang tak dapat dijelaskan".
Selain itu, pesan lain yang dikirim pada Agustus 2024 mengekspresikan rasa frustrasinya karena narasi publik justru menyudutkan istrinya. Ia menulis bahwa ini adalah momen di mana Blake seharusnya merayakan, dan dia tidak ingin Lively menjadi subjek narasi "perempuan pengatur yang menyebalkan".
Di sisi lain, tim hukum Justin Baldoni membantah semua tuduhan tersebut. Pengacara Bryan Freedman menyatakan bahwa bukti-bukti yang baru dirilis justru tidak mendukung klaim Lively secara hukum.
"Kami tetap yakin pada proses hukum dan akan membersihkan nama semua pihak Justin Baldoni," tegas Freedman.
Sementara itu, pengacara Lively, Sigrid McCawley, menekankan bukti yang terungkap menunjukkan banyak perempuan di lokasi syuting mengalami tindakan yang mereka yakini sebagai perilaku tidak pantas. "Tim Baldoni menganggapnya 'sepele', tetapi tidak ada yang sepele tentang pelecehan seksual," ujar McCawley.
Kasus ini akan menuju meja hukum pada Mei 2026 di New York, di mana pasangan Reynolds-Lively akan berhadapan dengan gugatan balik yang diajukan Baldoni.