BNPT Ajak Lembaga Lain, Geluti Kecelakaan Anak Terpapar Konten Kekerasan di Ruang Digital. Mereka punya rencana untuk mengatasi permasalahan ini bersama-sama.
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengajak seluruh lembaga, termasuk kementerian dan sekolah, agar bekerja sama dalam menangani anak-anak yang terpapar konten kekerasan di ruang digital. Hal ini dilakukan untuk mencegah bahwa anak-anak menjadi korban ekstremisme.
Kepala BNPT, Eddy Hartono, mengatakan sinergi dan kolaborasi seluruh pihak dalam menangani anak terpapar konten kekerasan dapat dilakukan secara sistematis melalui Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme (RAN PE).
Eddy Hartono mengatakan, penanganan anak yang terpapar konten kekerasan harus dilakukan secara kolaboratif dan komprehensif. Hal ini melibatkan banyak sektor.
"Kalau tidak ditangani dengan serius dan tidak ada sinergi kolaborasi antar lembaga untuk menangani masalah ini, anak-anak yang terpapar konten kekerasan ini suatu saat dapat menjadi ancaman terorisme," ujarnya.
Di samping itu, Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengatakan pihanya akan menyusun peraturan kementerian untuk membangun lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi anak-anak.
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengajak seluruh lembaga, termasuk kementerian dan sekolah, agar bekerja sama dalam menangani anak-anak yang terpapar konten kekerasan di ruang digital. Hal ini dilakukan untuk mencegah bahwa anak-anak menjadi korban ekstremisme.
Kepala BNPT, Eddy Hartono, mengatakan sinergi dan kolaborasi seluruh pihak dalam menangani anak terpapar konten kekerasan dapat dilakukan secara sistematis melalui Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme (RAN PE).
Eddy Hartono mengatakan, penanganan anak yang terpapar konten kekerasan harus dilakukan secara kolaboratif dan komprehensif. Hal ini melibatkan banyak sektor.
"Kalau tidak ditangani dengan serius dan tidak ada sinergi kolaborasi antar lembaga untuk menangani masalah ini, anak-anak yang terpapar konten kekerasan ini suatu saat dapat menjadi ancaman terorisme," ujarnya.
Di samping itu, Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengatakan pihanya akan menyusun peraturan kementerian untuk membangun lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi anak-anak.