BNPT Ajak Lembaga Lain Cegah Anak Terpapar Konten Kekerasan

BNPT dan Lembaga Lain Terus Bekerjasama untuk Mencegah Anak-anak Terpapar Konten Kekerasan di Dunia Digital

BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) telah menetapkan misi untuk mencegah anak-anak terpapar konten kekerasan di dunia digital. Hal ini dilakukan untuk mencegah anak-anak menjadi korban terorisme.

Kepala BNPT, Eddy Hartono, mengatakan bahwa sinergi dan kolaborasi antara lembaga-lembaga dalam menangani anak-anak yang terpapar konten kekerasan harus dilakukan secara efektif. Ia menjelaskan bahwa Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme (RAN PE) akan digunakan sebagai alat untuk mencegah anak-anak terpapar konten kekerasan.

"Sinergi dan kolaborasi seluruh pihak dalam menangani anak terpapar konten kekerasan dapat dilakukan secara sistematis, terpadu dan berkesinambungan melalui RAN PE," kata Eddy.

Eddy juga menekankan bahwa penanganan anak yang terpapar konten kekerasan harus dilakukan secara kolaboratif dan komprehensif. Ia mengatakan bahwa penanganan ini harus diawali dengan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya konten kekerasan di dunia digital.

"Kalau tidak ditangani dengan serius dan tidak ada sinergi kolaborasi antar lembaga untuk menangani masalah ini, anak-anak yang terpapar konten kekerasan ini suatu saat dapat menjadi ancaman terorisme," kata Eddy.

Selain itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga tengah menyusun peraturan kementerian untuk membangun lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi anak-anak. Sementara itu, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Margaret Aliyatul Maimunah menekankan bahwa anak-anak berada pada fase yang sangat rentan terpapar paham kekerasan.

"Untuk itu anak membutuhkan perlindungan dan upaya-upa penanganan yang berbasis pada kepentingan terbaik bagi anak," kata Margaret.

Sementara itu, Juru Bicara Densus 88 Antiteror, Kombes Mayndra Eka Wardana, menegaskan bahwa peran orang tua di rumah sangat krusial dalam mengawasi aktivitas anak di internet. Ia juga mengatakan bahwa latar belakang anak yang terpapar konten kekerasan di antaranya kurang perhatian dan akses device yang berlebihan.
 
ini serius banget kalau gampang aja anak-anak kita terpapar konten kekerasan di internet, harus ada kerja sama lembaga-lembaga ini untuk mengatasi masalahnya 🤝 kemudian kita harus juga sadari pentingnya sekolah menyediakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak, jika tidak mereka akan terpapar konten kekerasan di internet lebih dari itu 💡
 
Gue pikir banget kalau kita harus hati-hati dengerin konten di internet, terutama kalau ada aneka isinya kekerasan atau kasus-kasus yang bikin anak-anak bingung. Kita harus membuat lingkungan digital yang aman dan nyaman bagi anak-anak, seperti tidak membiarkan mereka akses ke konten yang bisa membuat mereka khawatir. Misalnya kalau anak-anak bisa melihat video-vdo kasus terorisme di internet, itu bisa bikin mereka penasaran dan jadi korban terorisme! 🤕
 
Anak-anak ini hari ini kayak anak-anak di masa lalu ya... kalau gini terjadi dulu, orang tua nggak punya cara nih untuk mengatur. Sekarang sudah ada teknologi, internet, dan semuanya itu mudah akses. Tapi apa yang salah kalau kita semua ikut berbagi informasi tentang hal ini? Kita harus lebih hati-hati dan pintar dalam memberikan penjelasan tentang hal ini di masa depan.
 
Aku pikir gampang banget untuk mencegah anak-anak terpapar konten kekerasan di dunia digital, asalkan kita bisa membuat sistem pendidikan yang lebih baik lagi 🤔. Kita perlu mengajar anak-anak tentang bagaimana cara berinteraksi dengan konten online dan bagaimana cara membedakan antara hal-hal yang positif dan negatif. Kalau kita bisa melakukannya, aku yakin anak-anak kita tidak akan terlalu mudah terpengaruh oleh konten kekerasan di internet 💡.
 
Saya rasa ini masalah yang serius banget ya, anak-anak kita masih banyak yang belum faham tentang bahaya konten kekerasan di dunia digital. Saya harap lembaga-lembaga seperti BNPT dan KPAI bisa bekerja sama dengan baik untuk mencegah anak-anak terpapar konten kekerasan.

Tapi, saya curiga kalau ada beberapa orang tua yang belum faham tentang bagaimana cara mengawasi aktivitas anaknya di internet. Saya rasa harus ada edukasi lebih lanjut tentang hal ini agar orang tua bisa menjadi pendamping yang baik bagi anak-anak mereka. 🤔
 
Saya pikir ini masalah yang sangat serius, tapi kita juga harus ingat bahwa banyak lembaga yang sudah bekerja sama untuk mencegah anak-anak terpapar konten kekerasan di dunia digital 🤔. Misalnya seperti RAN PE dan KPAI, mereka sudah berusaha keras untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya ini.

Tapi saya pikir kita harus lebih lanjut lagi dalam menangani masalah ini. Seperti membangun komunitas online yang aman dan nyaman bagi anak-anak, sehingga mereka tidak terlalu mudah terpapar konten kekerasan di internet 📊. Kita juga harus meningkatkan kesadaran orang tua tentang pentingnya mengawasi aktivitas anak mereka di internet.

Saya berharap pemerintah dan lembaga-lembaga lain dapat bekerja sama lebih serius dalam menangani masalah ini, agar kita dapat mencegah anak-anak terpapar konten kekerasan di dunia digital 🙏.
 
Aku pikir kalau giliran kita Indonesia buat contoh di dunia ini, jangan sabar-sabaran nunggu konsep dari luar! Aku rasa RAN PE itu harus kita buat sendiri, bukan sekedar mengikuti contoh. Kita harus serius dalam menangani isu anak-anak terpapar konten kekerasan, apa lagi kalau giliran mereka jadi korban terorisme!

Kita harus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya ini, bukan hanya sekedar diingatkan dari luar. Kita harus bekerja sama dengan lembaga-lembaga lain, seperti Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, untuk membangun lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi anak-anak.

Dan kita tidak boleh sabar-sabaran menunggu orang tua di rumah untuk mengawasi aktivitas anak-anak di internet, kita harus bekerja sama dengan mereka juga! Kita harus serius dalam memberikan perlindungan dan upaya-upa penanganan yang berbasis pada kepentingan terbaik bagi anak.

Kita harus menjadi contoh, bukan sekedar diikuti! 🤓💻
 
Saya pikir itu sangat penting banget kita semua harus waspada dengan apa yang kita bayangkan tentang anak-anak, mereka masih sangat muda dan tidak akan pernah sadar betapa seriusnya apa yang kita lihat di screen. Mereka harus dilindungi dari segala hal yang tidak baik, seperti konten kekerasan, karena itu bisa jadi mengubah pikiran mereka menjadi sombong dan tidak memiliki pandangan yang seimbang 😕. Kita harus lebih berhati-hati dalam memilih media yang kita tonton dan berikan kesempatan kepada orang tua agar mereka dapat lebih teliti dalam memantau aktivitas anak-anak mereka di internet 🤝.
 
kembali
Top