Aku think ini pinjaman luar negeri nggak tepat banget dengerin. BNPB sudah punya anggaran yang cukup untuk pencegahan bencana, tapi apa yang dibutuhkan adalah prioritas dan efisiensi dalam pengelolaan anggaran itu sendiri. Aku pikir BNPB lebih fokus pada pengembangan teknologi dan peningkatan kemampuan tim penanggulangan bencana daripada meminta pinjaman luar negeri yang bisa jadi tidak efisien.
Dan arih gini, apa sih dengan dana Rp949,168,712,486 itu? Aku think biaya pembangunan pusat pengendalian operasi itu nggak sebanding dengan manfaatnya. Dan siapa nanti yang bertanggung jawab kalau pinjaman luar negeri itu tidak efisien dan bikin utang Indonesia semakin berat? Kita harus lebih bijak dalam mengelola dana tersebut, jangan cuma fokus pada mendapatkan pinjaman tanpa mempertimbangkan dampak kepanjangan utang.
Dan arih gini, apa sih dengan dana Rp949,168,712,486 itu? Aku think biaya pembangunan pusat pengendalian operasi itu nggak sebanding dengan manfaatnya. Dan siapa nanti yang bertanggung jawab kalau pinjaman luar negeri itu tidak efisien dan bikin utang Indonesia semakin berat? Kita harus lebih bijak dalam mengelola dana tersebut, jangan cuma fokus pada mendapatkan pinjaman tanpa mempertimbangkan dampak kepanjangan utang.