Bencana Longsor Cisarua: Kepala BNPB Beritahukan Jumlah Korban Meninggal Dunia
Kemarin Minggu, total 25 kantong jenazah dari Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat, tereserahkan ke tim DVI. 11 korban sudah diterima sebagai identitasnya, dan 6 lainnya masih dalam proses identifikasi.
Bertambahnya jumlah korban meninggal dunia akibat bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, menjadi semakin mengejutkan.
Jumlah korban yang terkena dampak longsor adalah 17 orang, dan dari jumlah tersebut sudah terdapat 11 orang yang diidentifikasi sebagai pengidupan. Namun, terdapat 6 kelompok jenazah lainnya yang masih dalam proses identifikasi.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan informasinya bahwa hingga kini total korban meninggal dunia dari longsor ini adalah 17 orang. Dalam pernyataannya di awal kemarin, Abdul menyebutkan bahwa proses identifikasi telah dilakukan untuk 11 kelompok jenazah yang sudah diidentifikasi.
"Jenazah tersebut diambil oleh tim SAR gabungan yang kemudian diserahkan ke dalam tim Disaster Victim Identification (DVI). Dari total 25 kantong jenazah, semakin banyak jumlah kantongjenazah yang masuk ke dalam tim ini," ucap Abdul saat menutup sidang Sidang Pemeliharaan Kebencanaan BNPB di Jakarta.
Pada hari kemarin seluruh pengidup dari total 25 kantong jenazah tersebut sudah diterima sebagai identitasnya oleh pihak yang bertugas. Kelompok kelompok jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi, seperti proses pencocokan data ante mortem.
"Bagi tim DVI, proses identifikasi dapat dilakukan lebih cepat apabila kondisi jenazah diidentifikasikan utuh dan memiliki identitas pendukung," ucap Abdul.
Kepada para warga Desa Pasirlangu yang terkena dampak longsor ini, pihak BNPB telah menyediakan fasilitas untuk mendekati keluarga korban. Fasilitas tersebut adalah tempat perlindungan untuk melindungi mereka dari segala dampak yang muncul akibat bencana.
Selain itu, proses pencarian terhadap para korban yang hilang juga masih berlangsung terus-menerus.
Kemarin Minggu, total 25 kantong jenazah dari Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat, tereserahkan ke tim DVI. 11 korban sudah diterima sebagai identitasnya, dan 6 lainnya masih dalam proses identifikasi.
Bertambahnya jumlah korban meninggal dunia akibat bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, menjadi semakin mengejutkan.
Jumlah korban yang terkena dampak longsor adalah 17 orang, dan dari jumlah tersebut sudah terdapat 11 orang yang diidentifikasi sebagai pengidupan. Namun, terdapat 6 kelompok jenazah lainnya yang masih dalam proses identifikasi.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan informasinya bahwa hingga kini total korban meninggal dunia dari longsor ini adalah 17 orang. Dalam pernyataannya di awal kemarin, Abdul menyebutkan bahwa proses identifikasi telah dilakukan untuk 11 kelompok jenazah yang sudah diidentifikasi.
"Jenazah tersebut diambil oleh tim SAR gabungan yang kemudian diserahkan ke dalam tim Disaster Victim Identification (DVI). Dari total 25 kantong jenazah, semakin banyak jumlah kantongjenazah yang masuk ke dalam tim ini," ucap Abdul saat menutup sidang Sidang Pemeliharaan Kebencanaan BNPB di Jakarta.
Pada hari kemarin seluruh pengidup dari total 25 kantong jenazah tersebut sudah diterima sebagai identitasnya oleh pihak yang bertugas. Kelompok kelompok jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi, seperti proses pencocokan data ante mortem.
"Bagi tim DVI, proses identifikasi dapat dilakukan lebih cepat apabila kondisi jenazah diidentifikasikan utuh dan memiliki identitas pendukung," ucap Abdul.
Kepada para warga Desa Pasirlangu yang terkena dampak longsor ini, pihak BNPB telah menyediakan fasilitas untuk mendekati keluarga korban. Fasilitas tersebut adalah tempat perlindungan untuk melindungi mereka dari segala dampak yang muncul akibat bencana.
Selain itu, proses pencarian terhadap para korban yang hilang juga masih berlangsung terus-menerus.