BNPB Ungkap Dana Mitigasi Bencana pada 2026 Pinjam dari Spanyol

BNPB Mengakui Keterbatasan Dana Mitigasi Bencana, Pinjam dari Spanyol untuk 2026

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui pinjaman anggaran dari pemerintah Spanyol untuk meningkatkan kesiapan mitigasi bencana di Indonesia pada tahun 2026. Pinjaman ini akan digunakan untuk menambah anggaran di tahun ini.

Suharyanto menjelaskan bahwa pinjaman ini sangat diperlukan karena Indonesia belum memiliki teknologi yang mumpuni dalam menghadapi bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir dan tanah longsor. Saat ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hanya memberikan peringatan dini dan belum memberikan imbauan lebih jauh.

"Contoh misalnya, curah hujan di kabupaten Bekasi, curah hujannya di atas 200 mm. Tapi dengan adanya nanti ini sudah akan memberikan informasi peringatan dini kepada pemerintah kabupaten Bekasi bahwa harus mengungsi begitu," kata Suharyanto.

Program mitigasi ini direncanakan untuk disiapkan sampai 2029. Namun, anggaran pencegahan bencana yang dimiliki BNPB terbatas, berkisar hanya Rp17 miliar hingga Rp19 miliar per tahunnya. Oleh karena itu, Suharyanto meminta persetujuan kepada DPR untuk mendapatkan dana pinjaman dari luar negeri.

Hingga saat ini, BNPB berhasil memperoleh pinjaman luar negeri sebesar Rp949.168.712.486 yang digunakan untuk membangun pusat pengendalian operasi di 34 provinsi dan 30 kabupaten kota.
 
Kalau punya dana pinjam dari Spanyol, kan akan lebih baik aja ya? Masih terbatasnya anggaran pencegahan bencana di Indonesia, padahal sekarang jadi sudah banyak banjir dan tanah longsor, lho! 🤔

Suharyanto bilang bahwa teknologi yang dimiliki BMKG belum mumpuni, kayaknya kan benar. Kalau mau meningkatkan kesiapan mitigasi bencana, memang butuh dana tambahan. Tapi juga perlu jaga agar pinjaman tidak terlalu banyak dan tidak menjadi beban bagi belanja negara, nih... 🤷‍♂️

Sekarang udah ada pusat pengendalian operasi di 34 provinsi dan 30 kabupaten kota, tapi masih banyak yang belum bisa dilakukan. Mungkin kalau pinjaman Spanyol ini berhasil, maka Indonesia akan lebih siap menghadapi bencana, amin ya! 💪
 
Hmm, apa sih? Pinjaman dari Spanyol itu bukannya masalah? Sepertinya BNPB lagi-lagi tidak punya uang untuk mitigasi bencana, kayaknya harus pinjam dari luar negeri lagi. Tapi sebenarnya bagus kan? Jika kita bisa mendapatkan pinjaman dengan bunga yang murah dan berbagai teknologi yang modern, itu akan membantu BNPB lebih baik dalam menghadapi bencana. Nah, tapi, apa sih dengan anggaran Rp17-19 miliar per tahunnya? Kita masih terlalu banyak kebutuhan di negara ini, padahal itu hanya Rp17-19 miliar. Biarlah kita pinjam dulu, nanti kita bayar nanti kan? 😐🤔
 
Gue pikir pihak BNPB harus lebih teliti dalam mengelola pinjaman luar negeri, nggak usah terburu-buru nge-pinjam duit dari Spanyol ya, misalnya dulu gue coba lihat sendiri hasil pengelolaan pinjaman sebelumnya sih. BNPB seringkali mengatakan ada keterbatasan dana, tapi nggak pernah memberitahu apa-apa tentang pengelolaan dana yang sudah ada ya.
 
Paham aja kalau saya suka makan krupuk udang saat malam. Saya coba cari tempat yang menjual krupuk udang enak di Jakarta, tapi ternyata ga ada yang sempurna, ya...

Dan kan BNPB harus pinjam duit dari luar negeri? Seperti kayaknya sih. Kamu tahu kan kalau ada perbedaan antara krupuk udang dan krupuk ikan? Krupuk udang itu lebih enak aja, kaya gitu...
 
Aku jadi pikir apa artinya memiliki teknologi yang mumpuni dalam menghadapi bencana hidrometeorologi basah? Aku tahu banjir dan tanah longsor itu bisa buat kita kecewa banget, tapi aku tahu aku sendiri suka main game mobil racing di game mobile. Game itu keren banget, aku bisa merasakan keseruan mengemudi mobil di jalanan yang cepat dan curam 🚗💨. Aku rasa aku lebih siap menghadapi bencana hidrometeorologi basah daripada Suharyanto, karena aku sudah terbiasa dengan kecepatan banjir 😂🌊.
 
Aku pikir gak ada salahnya, pemerintah juga pinjaman dari luar negeri kayak gini. Tapi aku kurang yakin apakah ini solusi yang tepat. Aku pikir seharusnya kita fokus pada menghemat dana karena bencana itu bisa terjadi kapan saja dan berdampak besar. Dan pinjaman dari Spanyol, sih kayak gampang banget. Aku rasa kita harus lebih bijak dalam pengelolaan anggaran bencana ini 🤔
 
ini paham banget, gak ada masalah dengan pinjaman itu, tapi apa yang harus kita lihat adalah bagaimana dana pinjaman itu digunakan, kan? nanti bukan cuma sekedar pinjaman, tapi juga harus ada kemampuan teknologi dan infrastruktur yang memadai untuk menghadapi banjir dan tanah longsor. gak usah ragu-ragu, tapi kita harus fokus untuk membuat sistem mitigasi bencana di Indonesia menjadi lebih baik, kan? 🤝
 
Makasih ya BNPB sudah mau mengakui keterbatasan dana mereka 🙏. Ngomong-ngomong, pinjaman dari Spanyol itu apa aja nanti? Jika nggak bisa dipertangguhkan lagi, itu akan mempengaruhi perencanaan mitigasi bencana di Indonesia. Udah 2 tahun lalu BNPB baru saja meminta pinjaman dan masih belum bisa memperolehnya 🤔.
 
Pinjaman dari Spanyol itu apa? Kalau gini aja, jangan terus pinjam duit asing ya? Nah, sekarang BNPB ada kebutuhan lagi! Pinjaman Rp17 miliar per tahunnya, tapi anggaran yang dimiliki BNPB ini sedikit ya. Misalnya, kalau di Bekasi curah hujannya 200 mm, gimana aja kalau terjadi banjir besar? Belum ada teknologi yang mumpuni untuk menghadapi bencana hidrometeorologi basah seperti itu. Dan pinjaman ini ada keterbatasan waktu juga, sampai tahun 2029. Nah, pertanyaannya adalah: "Bisa-bisa aja pinjaman ini bisa membantu atau hanya membuang duit?" 🤔💸
 
Maksudnya kalau pemerintah pinjam uang dari Spanyol, itu bagus sekali 🤔 tapi apa salahnya juga jika Indonesia sendiri punya uang? Kenapa harus pinjam lagi? 🤑 Tapi kembali lagi, perlu kita pikir, kita sibuk banget dengan kehidupan sehari-hari, kita gak peduli sama mitiga bencana... 🙅‍♂️ tapi kalau benar-benar terjadi, kita harus siap. Mungkin pinjaman itu bagus, tapi kalau bukan kita bisa juga mencari cara lain, seperti membuat program konservasi lahan yang baik atau banget 🌳
 
Gak sabar banget sama informasi ini 🤩! Pinjaman dari Spanyol itu pasti akan bantu gak hanya BNPB, tapi juga kebutuhan masyarakat terutama di daerah yang sering banjir. Dengan teknologi yang lebih baik, bisa mencegah dan mengurangi dampak banjir. Sayangnya, anggaran yang dimiliki BNPB masih agak terbatas 🤑. Pinjaman dari luar negeri itu pasti sangat membantu, tapi perlu diarahkan dengan lebih efektif agar hasilnya maksimal 💪. Suharyanto dan tim BNPB gak boleh kalah sama konsentrasi dan kerja keras! 💼🔥
 
Aku pikir ini benar-benar keputusan Presiden yang tepat, tapi kemana duitnya? Kita masih banyak yang menderita bencana hidrometeorologi basah, apalagi di daerah pedesaan. Dan sekarang gak hanya itu, juga akses internet dan listrik yang ketinggalannya lagi, mau bukti bagaimana BNPB bisa pinjam uang dari Spanyol? Gue berharap Presiden Prabowo bisa jaga agar program ini bisa berjalan dengan baik, tapi saya pikir ada hal lain yang perlu diubah juga, yaitu sistem pemerintahan. Kita harus terus memperbaiki kelemahan kita sendiri, bukan terus meminjam uang dari luar negeri. 😊
 
aku punya pendapat bahwa pinjaman dari Spanyol itu bisa membantu, tapi aku juga kekhawatiran bagaimana nanti kita akan mengelola dana tersebut. Rp17-19 miliar per tahun kan masih cukup ringan, apa kalau ada bencana besar yang tidak terduga? dan apa kalau pinjaman ini hanya sekedar menutupi biaya operasional saja? aku harap pemerintah bisa membuat rencana mitigasi yang lebih komprehensif dan solusinya jangan hanya bergantung pada pinjaman luar negeri. 🤔💡
 
Gue suka banget kalau pemerintah bisa mendapatkan pinjaman dari Spanyol untuk meningkatkan siapanya mitigasi bencana ya! Gue rasanya gak sabar kalau kita bisa memiliki teknologi yang lebih maju untuk menghadapi bencana hidrometeorologi basah. Sekarang masih banyak banget yang harus perbaiki di BMKG, gue harap program ini bisa membantu mereka agar lebih siap untuk memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu kepada pemerintah. Pinjaman Rp949 triliun itu juga agak besar, tapi kalau benar-benar bisa membantu meningkatkan siapaanya bencana, maka itu udah sangat bagus!
 
Pinjaman dari Spanyol itu gampangnya tidak cukup ya, kalau mau meningkatkan siap beli 2026, harus buat lagi dana 2029, ini seperti ingin lari banjir tapi kembali kalah. BNPB punya limit biaya saja Rp17-19 miliar per tahun, sekarang itu tidak cukup untuk menghadapi bencana hidrometeorologi basah yang terjadi di Indonesia. Kita harus cari cara lain, misalnya jadikan sistem informasi yang lebih canggih agar bisa memberikan imbauan dini kepada pemerintahan kabupaten/kota sehingga mereka bisa segera mengambil tindakan.
 
okee banget! pinjaman dari spain ini benar-benar diperlukan. sekarang kita masih banyak banjir dan longsor, tapi gak ada teknologi yang cukup untuk menghadapinya. misalnya saat curah hujan di bekasi itu 200 mm, berapa lagi yang bisa kita tahan? perlu banjir tambak atau semacamnya nih. jadi pinjaman ini harusnya diterima dengan cepat biar kita siap sebelum tahun 2026
 
kembali
Top