BPNB Mengjawab Polemik Sumur Bor Rp 150 Juta di Bencana Banjir dan Longsor, Ini Jawaban Mereka!
Jawaban BNPB dalam polemik sumur bor yang digunakan dalam penanganan bencana banjir dan longsor di Sumatra, akhirnya mulai kelihang. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan bahwa semua penggunaan anggaran negara di situasi tanggap darurat akan diaudit berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Pembangunan sumur bor dengan anggaran Rp 150 juta ini, menurut BNPB, tidak bisa disamakan karena bergantung pada kondisi teknis di lapangan seperti pengeboran dan struktur tanah. Ada beberapa lokasi di mana kedalaman sumur bor mencapai lebih dari 100 meter, bahkan hingga 220 meter.
Mereka juga menjelaskan bahwa pembangunan sumur bor bukan hanya dilakukan oleh BNPB, tetapi juga melibatkan TNI Angkatan Darat dan kementerian/lembaga terkait. Misalnya di Nusa Tenggara Timur (NTT), mereka telah membangun sumur bor yang sama dan dapat melayani ratusan kepala keluarga.
Dengan demikian, BNPB percaya bahwa pengeboran sumur ini tidak terlalu besar dan akan diaudit sesuai dengan ketentuan. Mereka juga ingin menegaskan bahwa standar akuntabilitas untuk uang tanggap darat yang digunakan akan menjadi lebih jelas dalam proses tersebut.
Jawaban BNPB dalam polemik sumur bor yang digunakan dalam penanganan bencana banjir dan longsor di Sumatra, akhirnya mulai kelihang. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan bahwa semua penggunaan anggaran negara di situasi tanggap darurat akan diaudit berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Pembangunan sumur bor dengan anggaran Rp 150 juta ini, menurut BNPB, tidak bisa disamakan karena bergantung pada kondisi teknis di lapangan seperti pengeboran dan struktur tanah. Ada beberapa lokasi di mana kedalaman sumur bor mencapai lebih dari 100 meter, bahkan hingga 220 meter.
Mereka juga menjelaskan bahwa pembangunan sumur bor bukan hanya dilakukan oleh BNPB, tetapi juga melibatkan TNI Angkatan Darat dan kementerian/lembaga terkait. Misalnya di Nusa Tenggara Timur (NTT), mereka telah membangun sumur bor yang sama dan dapat melayani ratusan kepala keluarga.
Dengan demikian, BNPB percaya bahwa pengeboran sumur ini tidak terlalu besar dan akan diaudit sesuai dengan ketentuan. Mereka juga ingin menegaskan bahwa standar akuntabilitas untuk uang tanggap darat yang digunakan akan menjadi lebih jelas dalam proses tersebut.