BNPB Rampungkan Rumah Huntara untuk 50 KK di Pidie Jaya |Republika Online

Pemkab Pidie Jaya Teruskan Pemberdayaan Warga Korban Bencana dengan Hunian Sementara

Setelah lebih dari setengah tahun, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akhirnya menyelesaikan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban banjir bandang dan tanah longsor di Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya. Proyek ini telah rampung dengan jumlah unit 10 barak yang akan diterima oleh 50 kepala keluarga (KK) terdampak.

Pengembangan proyek ini dimulai sejak 1 Januari 2026 di lahan seluas kurang lebih 2.000 meter persegi. Pemerintah telah melibatkan perusahaan lokal dalam pengembangan proyek tersebut, dan saat ini hunian sementara siap diserahkan kepada pemerintah daerah.

Setiap unit huntara dilengkapi dengan fasilitas pendukung kebutuhan dasar seperti jaringan listrik dari PLN dan sumur bor untuk ketersediaan air bersih. Hunian ini diperuntukkan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat akibat bencana.

Pemerintah juga telah menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi warga terdampak yang tidak menempati hunian sementara. Proyek ini bertujuan untuk mendukung proses pemulihan kehidupan masyarakat terdampak bencana.

Selain 10 barak yang telah rampung, BNPB juga merencanakan penambahan 13 rumah huntara untuk 65 KK dengan progres pembangunan saat ini mencapai sekitar 20 persen. Kepala Hunian Sementara di BNPB berharap bahwa hunian sementara ini dapat menjadi tempat tinggal sementara yang aman dan layak bagi warga terdampak.
 
Gue pikir ini adalah contoh bagus dari pemerintah kabupaten Pidie Jaya nang mampu memberikan solusi bagi korban banjir bandang di Desa Manyang Cut ๐Ÿ™Œ. Proyek hunian sementara ini pasti membantu banyak orang yang harus pindah tempat tinggal karena bencana alam. Gue harap progres pembangunan tidak berhenti-banting dan bisa segera selesai agar korban bisa mendapatkan hunian yang aman nang layak ๐Ÿ ๐Ÿ’•.
 
Aku senang banget kalau akhirnya proyek hunian sementara Desa Manyang Cut siap diserahkan! Aku tahu banyak korban bencana Mas Muntur yang masih harus tinggal di kampong sementara, aku harap ini bisa menjadi solusi untuk mereka ๐Ÿ . Proses pembangunan ini agak lama, tapi aku pikir 10 barak sudah cukup banyak. Kalau mau tambah 13 rumah lagi, biar warga terdampak bisa memiliki tempat yang lebih nyaman lagi! ๐Ÿคž
 
Hahahaha, akhirnya korban banjir bandang bisa mendapatkan hunian sementara yang nyaman! ๐Ÿ˜… 10 barak punya fasilitas listrik dan air bersih, itu sangat membantu gini. Tapi aku masih ragu apa kalau gini cuma jangka pendek aja, warga terdampak butuh waktu lama buat mendapat rumah baru yang nyaman. ๐Ÿค”
 
Makasih Pidie Jaya udah banget sih, punya project seperti ini ๐Ÿ™. Proyek hunian sementara yang siap diserahkan ke 50 kepala keluarga korban banjir bandang dan tanah longsor itu wajib buat kita bangga... apalagi di tengah masa puncak musim hujan ya ๐ŸŒ‚. Sepertinya pengembangan proyek ini sudah cukup cepat, 10 barak sudah rampung, dan masih ada plan untuk penambahan 13 rumah hunian lagi ๐Ÿคž. Makanya, wajar banget kalau pemerintah daerah ini punya rencana untuk mendukung proses pemulihan kehidupan masyarakat terdampak bencana dengan cara ini ๐Ÿ’ช. Warga Manyang Cut dan Meureudu pasti senang banget bisa mendapatkan hunian sementara yang aman dan layak ๐Ÿ˜Š.
 
Aku benar-benar senang lihat Pemkab Pidie Jaya bisa selesaiin proyek hunian sementara buat korban banjir banding di Desa Manyang Cut. Kalau sebelumnya aku khawatir banget mau nembak siapa aja yang bakal jadi tempat tinggal sementara, tapi ternyata pemerintah udah melibatkan perusahaan lokal dan PLN untuk fasilitas listrik. Aku harap 50 KK yang bakal menerima hunian ini bisa merasa aman dan nyaman di sana. Kepala Hunian Sementara BNPB itu benar-benar ganteng banget! ๐Ÿ™Œ๐Ÿผ๐Ÿ’ฏ
 
heya bro, ternyata gini juga kalau pemerintah benar-benar peduli dengan korban bencana nih ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ. Mereka udah mulai proyek hunian sementara untuk warga yang terdampak banjir dan tanah longsor, dan akhirnya juga selesai kan ๐Ÿ˜…. Saya senang sekali kalau gini bisa dilakukan, tapi nggak sabar aja dengerin kapan aja gini bisa diselesaikan nih ๐Ÿค”.

Aku pikir ini udah waktunya pemerintah kita mulai lebih fokus pada kemampuan pengelolaan bencana daripada kewenangan politiknya, ya buat apa sih kalau kita sudah banyak banjir dan tanah longsor sih? ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ. Aku harap project ini bisa jadi contoh yang baik untuk kemampuan pengelolaan pemerintah kita di masa depan nih ๐Ÿ’ช.
 
Sangat keren dulu project ini, kalau gini ada bantuan dari pemerintah dan perusahaan lokal, korban banjir di Pidie Jaya bisa nyaman tinggal sementara. Proses pembangunan hunian sementara ini sangat agak lama tapi jelas hasilnya akan kaya manfaat. Warga Manyang Cut yang terdampak banjir ini pasti senang bisa mendapatkan tempat tinggal yang aman dan nyaman, terutama dengan fasilitas listrik dan air bersih, kan nyaman sekali ๐Ÿ ๐Ÿ’ฆ
 
Apa sih kapan nanti hunian sementara ini akan diserahkan ke korban banjir bandang di Desa Manyang Cut? Mau ngerasa masih nggak nyaman dengan hunian sementara ini karena masih ada banyak yang belum rampung, seperti 13 rumah huntara untuk 65 KK. Pasti ngerasa bingung kalau gini kan?
 
aku pikir ini gampang banget sih, pembangunan hunian sementara untuk korban bencana sudah rampung juga udah ada 10 barak yang bisa dinikmati oleh 50 kepala keluarga terdampak ๐Ÿคฉ. aku senang melihat pemerintah dan perusahaan lokal bekerja sama untuk membangun proyek ini, aku harap kalau gak ada masalah lagi korban bencana bisa nyaman tinggal di hunian sementara ini dan nanti setelahnya bisa kembali ke rumahnya sendiri ๐Ÿ’•.
 
Maksudnya, kalau dulu setelah banjir bandang kita harus mencari tempat untuk berpindah tempat, tapi sekarang sudah ada hunian sementara yang bisa dihuni, itu bukan mainan! 10 barak siap diserahkan kepada 50 kepala keluarga korban bencana itu sudah bagus, tapi apa dengan 13 rumah lainnya yang baru? Belum tahu kapan selesai, kok ๐Ÿค”. Dan siapa nanti yang akan membangun rumah untuk warga yang masih terdampak? Maksudnya, sebelumnya punya kesempatan untuk berpindah tempat, tapi sekarang udah ada hunian sementara yang bisa dihuni, itu sudah apa?
 
Aku pikir gue punya pandangan tentang hal ini... Aku pikir ini sangat baik banget, pemerintah benar-benar peduli dengan korban bencana. Mereka sudah mulai dari awal, melibatkan perusahaan lokal dan semua fasilitas dasar seperti listrik dan air bersih. Kalau gue punya masalah, mungkin cuma kecepatan pembangunan yang agak lama sih... Tapi aku rasa ini sudah cukup baik, nanti korban bencana bisa langsung tempati hunian sementara dan mulai memulihkan kehidupannya. Dan aku senang melihat pemerintah juga menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) untuk warga yang tidak menempati hunian sementara...
 
ini cerita yang menyesuaikan dengan jiwa Indonesia banget, pembangunan hunian sementara untuk korban bencana ya... kalau di negara lain pasti nanti siapa yang ngerasa korban bencana itu gak punya tempat tinggal yang cukup. tapi di Indonesia ini, jadi terlihat seperti pemerintah sedang berusaha ngajak perusahaan lokal dan ngerasa ada harapan bagi warga terdampak. tapi apa kalau setelah hunian sementara siap diserahkan, siapa yang ngerasa korban bencana itu gak punya nafkah? tapi aja semoga hunian ini bisa menjadi tempat tinggal sementara yang aman dan layak, jadi warga terdampak bisa fokus pada proses pemulihan.
 
๐Ÿ˜Š๐ŸŒŸ ayo kita senang gini! pemerintah kabupatinya benar-benar bikin sesuatu buat korban banjir banding, hunian sementara ni rapi banget! 10 barak dan 13 rumah lagi bakal jadi tempat tinggal yang nyaman buat warga terdampak. ๐Ÿ˜Š๐Ÿ‘ semoga warga bisa kembali ke hidup normal dan tidak perlu menghabiskan uang buat hunian sementara, selain itu pemerintah juga bikin dana tunggu hunian lagi sih! ๐Ÿ’ช๐Ÿ˜Š
 
Pemkab Pidie Jaya kayaknya memang benar-benar peduli dengan korban bencana yang dipengaruhi banjir bandang dan tanah longsor. Aku senang melihat proyek hunian sementara ini sudah rampung dengan jumlah unit 10 barak yang siap diserahkan kepada pemerintah daerah. Tapi, aku masih ragu-ragu apakah warga terdampak benar-benar merasa nyaman dan aman di hunian sementara ini... Mungkin perlu adanya evaluasi lanjutan agar proyek ini bisa menjadi contoh yang baik dalam pemulihan kehidupan masyarakat. ๐Ÿค”
 
Aku pikir itu gampang banget bisa jadi realita, sih... Bagi korban bencana yang harus tinggal di hunian sementara. Saya harap semua korban bisa langsung mendapatkan tempat tinggal yang nyaman dan aman. Kalau sudah seperti itu, aku rasa korban bisa fokus untuk memulihkan hidupnya, aja...
 
Aku rasa 10 barak yang rampung itu, gpp banget! tapi aku pikir ganti banget kayak aku lihat video viral di Instagram tentang seekor sapi yang bisa berjalan kaki. kayaknya itu keajaiban! ๐Ÿฎ๐Ÿ”ฅ aku suka banget sekali! dan kaya apa nih proyek hunian sementara, sih? aku pikir lebih baik kalau kita gunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan, nggak? tapi aku tidak terlalu paham dengan konsep hunian sementara itu... ๐Ÿค”๐Ÿ 
 
Yaudah banget, akhirnya punya hunian sementara yang komplet deh! Warga Manyang Cut udah tunggu-tunggu lama sekali ini, dan sekarang udah bisa nyaman lagi dengan hunian barusan. Saya senang banget bahwa pemerintah sudah melibatkan perusahaan lokal dalam pengembangan proyek ini, itu penting deh untuk warga yang terdampak. Hunian sementara ini udah dipersiapkan dengan fasilitas yang cukup lengkap, seperti jaringan listrik dan sumur bor. Saya harap warga Manyang Cut bisa nyaman nyaman dengan hunian baru ini ๐Ÿ˜Š๐Ÿ 
 
Pernah pikir, kan, kalau pemerintah itu punya program untuk membantu korban bencana? Seperti ini project hunian sementara yang jadi prioritasnya, tapi kira-kira apa yang ada di baliknya? Ada makanan, tempat berlatih yoga, atau hanya sekedar tempat tinggal sementara aja.

Aku penasaran, kalau punya budget besar seperti ini, tapi gini saja progresnya, 20 persen sudah siap, tapi masih banyak lagi yang harus diisi. Bayangkan saja jika korban bencana itu perlu beristirahat, lalu mau datang ke tempat yang belum selesai, apakah bisa?

Kalau punya dana besar seperti ini, kira-kna ada cara untuk membantu warga terdampak lebih dari sekedar hunian sementara aja. Misalnya, program kesehatan, pendidikan, atau bahkan bantuan ekonomi. Sepertinya pemerintah hanya memikirkan hal yang sederhana saja.

Tapi, aku juga tidak ingin menjadi negatif, karena proyek ini tentu memiliki tujuan yang baik. Hunian sementara jadi tempat yang aman dan layak bagi warga terdampak. Aku harap pemerintah bisa melanjutkan proyek ini dengan lebih baik lagi. ๐Ÿค”
 
Maksudnya, apa salahnya mereka biarkan korban banjir banding terus menitipkan gaji mereka kepada orang lain sambil mereka sendiri harus bermeskitan di hunian sementara? At least ini punya fasilitas yang cukup, tapi kemungkinan besar masih kurang untuk membuat mereka merasa nyaman. Dan apa dengan 20 persen progres pembangunan itu? Apakah itu sudah cukup? Mereka harusnya lebih cepat, karena nanti kalau tidak siap sediaaah punya bantuan yang berharga itu...
 
kembali
Top