BNPB memperpanjang operasi pencarian korban bencana di Sumatra hingga 8 Januari mendatang. Operasi ini telah ditetapkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memastikan proses pencarian, pertolongan, serta penanganan dampak bencana berjalan optimal.
"Operasi pencarian dan pertolongan masih diteruskan sampai nanti fase tanggap darurat provinsi nanti dievaluasi pada akhir perpanjangan ketiga di tanggal 8 Januari," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari. Operasi ini akan bertahan sampai fase tanggap darurat dievaluasi, yaitu pada akhir perpanjangan ketiga di tanggal 8 Januari mendatang.
Terdapat 9 daerah di Sumatra yang masih dalam fase tanggap darurat bencana banjir dan longsor, yaitu sembilan daerah dari total 18 kabupaten/kota terdampak. Sementara itu, 9 kabupaten/kota lainnya telah beralih ke fase transisi darurat.
Operasi pencarian korban di Sumatra Utara dan Sumatra Barat sudah berakhir. Selama masa tanggap darurat, BNPB menyampaikan prioritas pencarian korban, distribusi logistik, pembukaan akses jalan, serta pembersihan kawasan permukiman dan fasilitas umum.
Hingga saat ini, lebih dari 1.600 unit alat berat dikerahkan di tiga provinsi untuk mendukung pembersihan material banjir dan longsor serta normalisasi sungai.
"Operasi pencarian dan pertolongan masih diteruskan sampai nanti fase tanggap darurat provinsi nanti dievaluasi pada akhir perpanjangan ketiga di tanggal 8 Januari," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari. Operasi ini akan bertahan sampai fase tanggap darurat dievaluasi, yaitu pada akhir perpanjangan ketiga di tanggal 8 Januari mendatang.
Terdapat 9 daerah di Sumatra yang masih dalam fase tanggap darurat bencana banjir dan longsor, yaitu sembilan daerah dari total 18 kabupaten/kota terdampak. Sementara itu, 9 kabupaten/kota lainnya telah beralih ke fase transisi darurat.
Operasi pencarian korban di Sumatra Utara dan Sumatra Barat sudah berakhir. Selama masa tanggap darurat, BNPB menyampaikan prioritas pencarian korban, distribusi logistik, pembukaan akses jalan, serta pembersihan kawasan permukiman dan fasilitas umum.
Hingga saat ini, lebih dari 1.600 unit alat berat dikerahkan di tiga provinsi untuk mendukung pembersihan material banjir dan longsor serta normalisasi sungai.