BUPAT Anggaran Pencegahan Bencana Terbatas, Rp17-19 M per Tahun!
Bupati BNPB, Letjen Suharyanto, mengakui bahwa anggaran pencegahan bencana di Indonesia sangat terbatas. "Alokasi anggaran pencegahan dalam lima tahun terakhir hanya berkisar Rp17-19 miliar per tahun", katanya.
Keterbatasan ini menjadi tantangan utama dalam upaya mitigasi dan pencegahan bencana di Indonesia. BNPB harus beradaptasi dengan kondisi anggaran yang terbatas. "Tentu saja ini sangat mengganggu, karena kita harus meningkatkan kemampuan penanggulangan bencana", ujarnya.
Namun, BNPB tidak menyerah. Mereka berupaya untuk mendapat alokasi pinjaman luar negeri untuk meningkatkan kemampuan dalam pra bencana atau pencegahan. "Alhamdulillah dalam 5 tahun terakhir ini ada beberapa yang sudah disetujui pinjaman luar negeri ini", katanya.
Selain itu, BNPB juga berupaya memanfaatkan dana siap pakai untuk digunakan saat bencana telah terjadi. Dana siap adalah anggaran yang diberikan kepada BNPB untuk digunakan saat bencana telah terjadi dan wilayah masuk status siaga atau tanggap darurat.
Setelah terjadi bencana, BNPB melakukan upaya pemulihan dan pengembalian kondisi awal. Mereka juga berupaya meningkatkan ketahanan daerah pasca bencana untuk menghadapi bencana di tahun berikutnya. "Tentu saja ini tidak mudah, tapi kami akan terus berupaya", ujarnya.
Keterbatasan anggaran pencegahan bencana menjadi tantangan yang besar bagi BNPB. Namun, mereka tidak menyerah dan terus berupaya meningkatkan kemampuan penanggulangan bencana di Indonesia.
Bupati BNPB, Letjen Suharyanto, mengakui bahwa anggaran pencegahan bencana di Indonesia sangat terbatas. "Alokasi anggaran pencegahan dalam lima tahun terakhir hanya berkisar Rp17-19 miliar per tahun", katanya.
Keterbatasan ini menjadi tantangan utama dalam upaya mitigasi dan pencegahan bencana di Indonesia. BNPB harus beradaptasi dengan kondisi anggaran yang terbatas. "Tentu saja ini sangat mengganggu, karena kita harus meningkatkan kemampuan penanggulangan bencana", ujarnya.
Namun, BNPB tidak menyerah. Mereka berupaya untuk mendapat alokasi pinjaman luar negeri untuk meningkatkan kemampuan dalam pra bencana atau pencegahan. "Alhamdulillah dalam 5 tahun terakhir ini ada beberapa yang sudah disetujui pinjaman luar negeri ini", katanya.
Selain itu, BNPB juga berupaya memanfaatkan dana siap pakai untuk digunakan saat bencana telah terjadi. Dana siap adalah anggaran yang diberikan kepada BNPB untuk digunakan saat bencana telah terjadi dan wilayah masuk status siaga atau tanggap darurat.
Setelah terjadi bencana, BNPB melakukan upaya pemulihan dan pengembalian kondisi awal. Mereka juga berupaya meningkatkan ketahanan daerah pasca bencana untuk menghadapi bencana di tahun berikutnya. "Tentu saja ini tidak mudah, tapi kami akan terus berupaya", ujarnya.
Keterbatasan anggaran pencegahan bencana menjadi tantangan yang besar bagi BNPB. Namun, mereka tidak menyerah dan terus berupaya meningkatkan kemampuan penanggulangan bencana di Indonesia.