Korban Banjir Bandang di Sitaro Jadi 16 Orang, Warga Terpaksa Mengungsi
Bukan hanya korban jiwa yang banyak sekali terdampak banjir bandang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut), tetapi juga warga yang terpaksa mengungsi. Hingga pukul 14.00 WIB, BNPB melaporkan penambahan jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang di daerah tersebut menjadi total 16 orang.
Selain itu, ada 3 korban masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian untuk menemukan diri mereka. "Kita harapkan di hari ini atau besok bisa segera ditemukan," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, saat konferensi pers yang disaksikan secara daring.
Tidak hanya korban jiwa yang banyak terdampak banjir bandang, tetapi juga banyak warga yang terpaksa mengungsi. BNPB mencatat sebanyak 682 warga terpaksa mengungsi akibat bencana tersebut. Selain itu, tujuh unit rumah hanyut dan 29 rumah mengalami kerusakan berat karena banjir bandang.
BNPB juga telah mengerahkan alat berat untuk mempercepat pembersihan material lumpur dan bebatuan yang menutup akses permukiman warga. Selain itu, tim dari Sulawesi Utara juga sedang menggeser beberapa unit alat berat untuk mendukung proses pemulihan lingkungan di lokasi terdampak.
"Dan kita harapkan ini tim dari Sulawesi Utara juga sedang menggeser beberapa unit alat berat supaya pemulihan lingkungan yang sangat lumpur dan banyak sekali batu-batu besar ini bisa segera kita bersih," kata Abdul Muhari.
Bukan hanya korban jiwa yang banyak sekali terdampak banjir bandang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut), tetapi juga warga yang terpaksa mengungsi. Hingga pukul 14.00 WIB, BNPB melaporkan penambahan jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang di daerah tersebut menjadi total 16 orang.
Selain itu, ada 3 korban masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian untuk menemukan diri mereka. "Kita harapkan di hari ini atau besok bisa segera ditemukan," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, saat konferensi pers yang disaksikan secara daring.
Tidak hanya korban jiwa yang banyak terdampak banjir bandang, tetapi juga banyak warga yang terpaksa mengungsi. BNPB mencatat sebanyak 682 warga terpaksa mengungsi akibat bencana tersebut. Selain itu, tujuh unit rumah hanyut dan 29 rumah mengalami kerusakan berat karena banjir bandang.
BNPB juga telah mengerahkan alat berat untuk mempercepat pembersihan material lumpur dan bebatuan yang menutup akses permukiman warga. Selain itu, tim dari Sulawesi Utara juga sedang menggeser beberapa unit alat berat untuk mendukung proses pemulihan lingkungan di lokasi terdampak.
"Dan kita harapkan ini tim dari Sulawesi Utara juga sedang menggeser beberapa unit alat berat supaya pemulihan lingkungan yang sangat lumpur dan banyak sekali batu-batu besar ini bisa segera kita bersih," kata Abdul Muhari.