Bulan Februari 2026 lalu, kehidupan ribuan warga di daerah Aceh, Sumut, dan Sumbar masih terjebak dalam pengungsian yang akibatnya ribuan jiwa harus berada di kondisi sulit. Menurut data terkini dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 105.842 warga masih tetap menjadi korban pengungsi karena banjir dan tanah longsor melanda wilayah tersebut.
Pendataan terbaru yang dilakukan oleh BNPB menunjukkan bahwa total korban jiwa mencapai 1.204 orang, di mana 140 jiwa hilang akibat bencana tersebut. BNPB juga mengakui bahwa jumlah warga pengungsi tetap berada dalam kondisi sulit dan belum ditemukan tempat tinggal yang seimbang untuk mereka.
Untuk meningkatkan proses pemulihan, BNPB telah membangun 17.332 unit hunian sementara (huntara) sebagai solusi jangka pendek bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Sebagai contoh, sebanyak 5.039 unit sudah selesai dibangun dan siap dihuni.
Pemulihan infrastruktur menjadi kunci untuk mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak bencana. BNPB mencoba meningkatkan kemampuan mereka dalam hal ini dengan membantu warga yang kehilangan tempat tinggal untuk mendapatkan tempat di mana mereka bisa hidup dengan nyaman.
Mengutip dari Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, pengelolaan pengungsian adalah salah satu fokus utama BNPB. Pengelolaan ini mencakup penyediaan logistik, layanan kesehatan, sanitasi, air bersih, serta perlindungan kelompok rentan.
Selain itu, Muhari juga mengungkapkan bahwa pengelolaan pengungsian akan diperbarui secara berkala untuk menyesuaikan distribusi bantuan dengan kebutuhan di lapangan.
Pendataan terbaru yang dilakukan oleh BNPB menunjukkan bahwa total korban jiwa mencapai 1.204 orang, di mana 140 jiwa hilang akibat bencana tersebut. BNPB juga mengakui bahwa jumlah warga pengungsi tetap berada dalam kondisi sulit dan belum ditemukan tempat tinggal yang seimbang untuk mereka.
Untuk meningkatkan proses pemulihan, BNPB telah membangun 17.332 unit hunian sementara (huntara) sebagai solusi jangka pendek bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Sebagai contoh, sebanyak 5.039 unit sudah selesai dibangun dan siap dihuni.
Pemulihan infrastruktur menjadi kunci untuk mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak bencana. BNPB mencoba meningkatkan kemampuan mereka dalam hal ini dengan membantu warga yang kehilangan tempat tinggal untuk mendapatkan tempat di mana mereka bisa hidup dengan nyaman.
Mengutip dari Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, pengelolaan pengungsian adalah salah satu fokus utama BNPB. Pengelolaan ini mencakup penyediaan logistik, layanan kesehatan, sanitasi, air bersih, serta perlindungan kelompok rentan.
Selain itu, Muhari juga mengungkapkan bahwa pengelolaan pengungsian akan diperbarui secara berkala untuk menyesuaikan distribusi bantuan dengan kebutuhan di lapangan.