Gas tertawa marak di kalangan remaja, bahkan menular ke oplosan dengan alkohol. Penggunaan N2O yang semakin mudah mendapatkannya membuat generasi muda kian mudah tergoda. "Nitrous oxide bekerja langsung menyerang sistem saraf pusat," kata Komjen Suyudi Ario Seto, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Gas ini menghambat transmisi sinyal rasa sakit dan memicu pelepasan dopamin, menyebabkan pengguna merasa tenang, melayang, atau tertawa tanpa sebab.
Namun, efek euforia dari gas tertawa hanya bersifat sementara. "Efeknya hanya bertahan beberapa menit, yang sering kali mendorong pengguna untuk menghirupnya berulang kali secara berbahaya," kata Suyudi. Hal ini memicu perilaku adiktif yang berbahaya.
BNN telah menanggapi tren penggunaan gas tertawa ini dengan membacanya sebagai tanda peringatan. "Meski tidak masuk UU Narkotika, tren global menunjukkan pengetatan regulasi terhadap zat ini karena meningkatnya kasus penyalahgunaan di kalangan remaja," ujar Suyudi.
Gas tertawa juga menyebabkan dampak kesehatan fatal bagi penggunanya. "Lebih lanjut, jenderal bintang tiga Polri ini menerangkan, sejumlah dampak kesehatan fatal yang muncul bagi para pengguna gas ini, mulai dari gangguan fungsi organ hingga risiko kematian," kata Suyudi.
Sementara itu, tren penggunaan gas tertawa ini bahkan marak dioplos dengan alkohol. Hal ini perlu diwaspadai dan diatasi oleh pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama untuk mengurangi kasus penyalahgunaan N2O di kalangan remaja.
Namun, efek euforia dari gas tertawa hanya bersifat sementara. "Efeknya hanya bertahan beberapa menit, yang sering kali mendorong pengguna untuk menghirupnya berulang kali secara berbahaya," kata Suyudi. Hal ini memicu perilaku adiktif yang berbahaya.
BNN telah menanggapi tren penggunaan gas tertawa ini dengan membacanya sebagai tanda peringatan. "Meski tidak masuk UU Narkotika, tren global menunjukkan pengetatan regulasi terhadap zat ini karena meningkatnya kasus penyalahgunaan di kalangan remaja," ujar Suyudi.
Gas tertawa juga menyebabkan dampak kesehatan fatal bagi penggunanya. "Lebih lanjut, jenderal bintang tiga Polri ini menerangkan, sejumlah dampak kesehatan fatal yang muncul bagi para pengguna gas ini, mulai dari gangguan fungsi organ hingga risiko kematian," kata Suyudi.
Sementara itu, tren penggunaan gas tertawa ini bahkan marak dioplos dengan alkohol. Hal ini perlu diwaspadai dan diatasi oleh pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama untuk mengurangi kasus penyalahgunaan N2O di kalangan remaja.