Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Suyudi Ario menganggap fenomena penggunaan whip pink (gas tertawa) sebagai isu yang perlu diatasi. Whip pink terdiri dari senyawa dinitrogen monoksida (N2O), yang sebenarnya digunakan dalam medis dan makanan, tetapi saat ini banyak digunakan secara ilegal untuk euforia.
"Kita harus bekerja sama dengan stakeholder lain untuk mengawasi peredaran whip pink. Karena memang, secara regulasi zat ini belum diatur sebagai narkotika," kata Suyudi saat berbicara di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Namun, penggunaan whip pink telah membahayakan keselamatan masyarakat. "Penyalahgunaan whip pink memberikan efek stimulan yang cepat dan ada risiko kematian. Kita harus sangat berhati-hati agar tidak terjadi penyalahgunaan," ucapnya.
BNN RI juga mengingatkan bahwa pengawasan tetap dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan whip pink. Suyudi memastikan bahwa BNN akan bekerja sama dengan pemerintah dan masyarakat untuk mencegah penyalahgunaan zat-zat tertentu.
"Ya, kita harus jaga agar whip pink digunakan secara legal untuk makanan dan medis. Nah ini yang perlu kita awasi agar tidak disalahgunakan oleh anak-anak kita atau masyarakat kita," kata Suyudi.
"Kita harus bekerja sama dengan stakeholder lain untuk mengawasi peredaran whip pink. Karena memang, secara regulasi zat ini belum diatur sebagai narkotika," kata Suyudi saat berbicara di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Namun, penggunaan whip pink telah membahayakan keselamatan masyarakat. "Penyalahgunaan whip pink memberikan efek stimulan yang cepat dan ada risiko kematian. Kita harus sangat berhati-hati agar tidak terjadi penyalahgunaan," ucapnya.
BNN RI juga mengingatkan bahwa pengawasan tetap dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan whip pink. Suyudi memastikan bahwa BNN akan bekerja sama dengan pemerintah dan masyarakat untuk mencegah penyalahgunaan zat-zat tertentu.
"Ya, kita harus jaga agar whip pink digunakan secara legal untuk makanan dan medis. Nah ini yang perlu kita awasi agar tidak disalahgunakan oleh anak-anak kita atau masyarakat kita," kata Suyudi.