Gue senang banget bisa liat aksi nyata dari BNI dan gubernur Aceh Tamiang memulihkan hunian bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana . Kalau aku nggak salah, serah terimanya ini pertama kalinya di daerah tersebut, jadi ini bisa dianggap sebagai awal yang baik untuk pengembangan hunian yang lebih baik lagi nanti . Tapi, apa yang bikin gue penasaran adalah kenapa 80 persen dari total unit hunian diakuisisi oleh BNI, sementara hanya 20 persen menjadi bagian dari sinergi BUMN? Aku rasa ini perlu dilakukan analisis lebih lanjut, apakah ada hubungan antara pihak BNI dan gubernur yang membuat keputusan ini?
Hampir senang liat aja, tapi aku rasa masih ada hal yang bikin ku penasaran, yaitu kalau 600 hunian itu bisa selesai dalam waktu 20 persen dari totalnya? Mau dikira kalau 80% yang masukin bawah tanah karena banjir atau longsor itu tidak bisa ditemani oleh BNI?
Hmm, serasa gak ada yang jelas apa yang dibicarakan sini . Mau dipindah tempat aja, tapi apa sisi lain kalah ya? Tapi aku tahu kalau bencana itu memang gede banget, tapi perlu diingat bahwa ini cuma hunian sementara aja. Apa kalau warga kehilangan kembali tempat tinggal nanti?