BMKG memprediksi potensi hujan lebat dan angin kencang di Jawa Barat, Jumat (23/1/2026), karena kondisi atmosfer yang labil. Selain itu juga terjadi perubahan suhu muka laut yang hangat sekitar Indonesia, sumber suplai uap air ke wilayah tersebut, sehingga mempertahankan cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan angin kencang.
BMKG juga menyimpulkan bahwa kondisi labilitas atmosfer dapat berubah-ubah, sehingga terjadi pertumbuhan awan konvektif pemicu cuaca ekstrem. Kondisi ini memungkinkan adanya potensi hujan lebat dan angin kencang dalam durasi singkat di beberapa wilayah di Jabar.
BMKG menekankan pentingnya masyarakat untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem dan mengimbau mereka untuk memperbarui informasi cuaca resmi. Selain itu, pihak BMKG juga memberikan rekomendasi kepada masyarakat dan pemerintah daerah terkait potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang.
BMKG menekankan pentingnya mengenali potensi bencana di lingkungan sekitar dan mulai memahami cara mengurangi resiko bencana tersebut. Misalnya dengan tidak membuang sampah sembarangan, bergotong royong menjaga kebersihan dan menata lingkungan sekitarnya.
BMKG juga menyimpulkan bahwa kondisi labilitas atmosfer dapat berubah-ubah, sehingga terjadi pertumbuhan awan konvektif pemicu cuaca ekstrem. Kondisi ini memungkinkan adanya potensi hujan lebat dan angin kencang dalam durasi singkat di beberapa wilayah di Jabar.
BMKG menekankan pentingnya masyarakat untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem dan mengimbau mereka untuk memperbarui informasi cuaca resmi. Selain itu, pihak BMKG juga memberikan rekomendasi kepada masyarakat dan pemerintah daerah terkait potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang.
BMKG menekankan pentingnya mengenali potensi bencana di lingkungan sekitar dan mulai memahami cara mengurangi resiko bencana tersebut. Misalnya dengan tidak membuang sampah sembarangan, bergotong royong menjaga kebersihan dan menata lingkungan sekitarnya.