Jawa Barat Masa Peralihan, Ini Kunci Prediksi Hujan Sedang-Lebat BMKG
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi hujan lebat yang akan terjadi di Jawa Barat dalam sepekan ke depan dari 23 sampai 29 Januari. Pada saat ini, kondisi cuaca ekstrem seperti kilat dan angin kencang sangat memprihatinkan.
Saat ini skala global indeks Enso di wilayah Nino 3.4 terlalu tinggi sehingga menyebabkan hujan lebat yang akan datang pada masa peralahan musim kemarau ke musim hujan ini. Hujan ini merupakan bencana alam dengan dampak buruk bagi masyarakat.
Kepala BMKG di Stasiun Bandung, Teguh Rahayu, mengatakan bahwa kondisi cuaca ekstrem pada masa peralahan musim kemarau ke musim hujan ini sangat memprihatinkan. Selain itu, suhu muka laut yang relatif hangat di sekitar perairan Indonesia juga berperan sebagai sumber suplai uap air ke wilayah Jawa Barat.
Jawa Barat Masa Peralihan, Ini Kunci Prediksi Hujan Sedang-Lebat BMKG
Oleh karena itu, ia meminta masyarakat di wilayah Jabar untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan. Selain itu, pihaknya juga mengeluarkan beberapa rekomendasi kepada masyarakat dan pemerintah daerah terkait potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor dan pohon tumbang.
Berdasarkan hasil analisis model cuaca global hingga lokal dan data observasi, BMKG menyimpulkan bahwa potensi hujan lebat dan angin kencang dapat terjadi dalam durasi singkat di sejumlah wilayah di Jabar. Oleh karena itu, pihaknya juga meminta masyarakat untuk tetap waspada dan memperbarui informasi cuaca resmi dari BMKG.
Masyarakat diharapkan mengenali potensi bencana di lingkungannya dan mulai memahami cara mengurangi resiko bencana tersebut seperti tidak membuang sampah sembarangan, bergotong royong menjaga kebersihan dan menata lingkungan sekitarnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi hujan lebat yang akan terjadi di Jawa Barat dalam sepekan ke depan dari 23 sampai 29 Januari. Pada saat ini, kondisi cuaca ekstrem seperti kilat dan angin kencang sangat memprihatinkan.
Saat ini skala global indeks Enso di wilayah Nino 3.4 terlalu tinggi sehingga menyebabkan hujan lebat yang akan datang pada masa peralahan musim kemarau ke musim hujan ini. Hujan ini merupakan bencana alam dengan dampak buruk bagi masyarakat.
Kepala BMKG di Stasiun Bandung, Teguh Rahayu, mengatakan bahwa kondisi cuaca ekstrem pada masa peralahan musim kemarau ke musim hujan ini sangat memprihatinkan. Selain itu, suhu muka laut yang relatif hangat di sekitar perairan Indonesia juga berperan sebagai sumber suplai uap air ke wilayah Jawa Barat.
Jawa Barat Masa Peralihan, Ini Kunci Prediksi Hujan Sedang-Lebat BMKG
Oleh karena itu, ia meminta masyarakat di wilayah Jabar untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan. Selain itu, pihaknya juga mengeluarkan beberapa rekomendasi kepada masyarakat dan pemerintah daerah terkait potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor dan pohon tumbang.
Berdasarkan hasil analisis model cuaca global hingga lokal dan data observasi, BMKG menyimpulkan bahwa potensi hujan lebat dan angin kencang dapat terjadi dalam durasi singkat di sejumlah wilayah di Jabar. Oleh karena itu, pihaknya juga meminta masyarakat untuk tetap waspada dan memperbarui informasi cuaca resmi dari BMKG.
Masyarakat diharapkan mengenali potensi bencana di lingkungannya dan mulai memahami cara mengurangi resiko bencana tersebut seperti tidak membuang sampah sembarangan, bergotong royong menjaga kebersihan dan menata lingkungan sekitarnya.