BMKG meningkatkan siaga keberadaan Siklon Tropis 97S yang akan membawa dampak ekstrem hingga Jawa dan NTT, padahal sebelumnya dinyatakan bahwa fenomena ini berpotensi berkembang menjadi siklon tropis. Menurut informasi BMKG, dalam waktu beberapa hari ke depan, wilayah tersebut akan mengalami peningkatan cuaca ekstrem karena adanya sistem iklim yang kompleks.
BMKG melaporkan peningkatan kecepatan angin hingga lebih dari 25 knot di NTT dan pengembangan daerah konfluensi dan perlambatan angin. Hal ini kemudian memicu pertumbuhan awan hujan secara drastis, mengancam potensi hujan lebat di berbagai wilayah Indonesia.
BMKG menyarankan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap cuaca ekstrem tersebut. Pada saat ini, sumatera dan Jawa memiliki risiko banjir yang lebih tinggi, serta Kepulauan NTT diprediksi akan mengalami hujan lebat. Kota-kota besar seperti Serang, Yogyakarta, dan Samarinda juga terkena dampak hujan ekstrem tersebut.
BMKG menjanjikan pembaruan informasi terkait cuaca yang lebih akurat dan meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak cuaca ekstrem di masa depan.
BMKG melaporkan peningkatan kecepatan angin hingga lebih dari 25 knot di NTT dan pengembangan daerah konfluensi dan perlambatan angin. Hal ini kemudian memicu pertumbuhan awan hujan secara drastis, mengancam potensi hujan lebat di berbagai wilayah Indonesia.
BMKG menyarankan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap cuaca ekstrem tersebut. Pada saat ini, sumatera dan Jawa memiliki risiko banjir yang lebih tinggi, serta Kepulauan NTT diprediksi akan mengalami hujan lebat. Kota-kota besar seperti Serang, Yogyakarta, dan Samarinda juga terkena dampak hujan ekstrem tersebut.
BMKG menjanjikan pembaruan informasi terkait cuaca yang lebih akurat dan meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak cuaca ekstrem di masa depan.