Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa operasi modifikasi cuaca (OMC) memiliki keterbatasan dalam menekan intensitas hujan. Hanya dapat mengurangi curah hujan sekitar 30 persen sehingga tidak sepenuhnya mencegah terjadinya bencana hidrometeorologi.
Tekanan terhadap lingkungan dan perubahan fungsi lahan membuat daya dukung wilayah semakin menurun, sehingga menjadi penyebab utama bencana alam bisa terjadi. Alih fungsi lahan yang masif memicu bencana hidrometeorologi.
BMKG juga menyatakan bahwa hujan dengan kategori sedang pun dapat memicu bencana serius, terutama di wilayah lereng yang tanahnya telah jenuh dan sungai yang belum dinormalisasi.
Tekanan terhadap lingkungan dan perubahan fungsi lahan membuat daya dukung wilayah semakin menurun, sehingga menjadi penyebab utama bencana alam bisa terjadi. Alih fungsi lahan yang masif memicu bencana hidrometeorologi.
BMKG juga menyatakan bahwa hujan dengan kategori sedang pun dapat memicu bencana serius, terutama di wilayah lereng yang tanahnya telah jenuh dan sungai yang belum dinormalisasi.