BMKG: Modifikasi Cuaca Hanya Kurangi 30% Hujan, Lahan Jadi Kunci

BMKG Terkejut Hujan Tidak Bisa Diprediksi, Kita Harus Menghadapi Lahan yang Jenuh. Operasi modifikasi cuaca (OMC) disebut mampu mengurangi hujan hanya sekitar 30 persen sehingga tidak bisa mematikan terjadinya bencana hidrometeorologi.

Bupati Bandung Barat Terkejut Dibawa Longsor dengan Hujan Sedang. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani mengatakan pada rapat kerja bersama Komisi V DPR RI menyusul hujan berat di wilayah Sumatera yang memicu beberapa longsor dan banjir. "Hujan yang tadi cuma sedang atau mendekati lebat itu dapat menyebabkan longsor dengan daya rusak yang sangat besar seperti yang terjadi di Cisarua Kabupaten Bandung Barat," ujar dia.

Tingginya curah hujan membuat operasi modifikasi cuaca tidak bisa mengubah keadaan lahan. Teuku menjelaskan, sisa curah hujan yang tidak dapat ditekan oleh OMC tetap harus diterima oleh kondisi lahan di wilayah terdampak. "Sedangkan curah hujan lainnya harus dapat ditampung, diterima oleh lahan yang ada di bawahnya," lanjutnya.

Pernyataan Teuku mengingatkan kita semua tentang pentingnya menghadapi lahan yang jenuh akibat hujan berkepanjangan. Hal ini menyebabkan tanah menjadi tidak stabil dan memicu terjadinya longsor atau banjir.
 
Haha pak, aku pikir BMKG harus serius lagi aja. Operasi modifikasi cuaca itu kayaknya tidak cukup untuk mengatasi hujan yang berat. Aku lihat di daerah Bandung Barat longsor bisa terjadi karena hujan yang tadi cuma sedang banget. Nah kalau operasi modifikasi cuaca hanya bisa mengurangi hajannya 30 persen, itu kayaknya tidak adil dengan masyarakat yang harus menghadapi dampaknya ๐Ÿ˜’. Aku rasa BMKG perlu serius lagi dan mencari solusi yang lebih baik untuk mengatasi hujan berkepanjangan. Kita harus mengurangi dampaknya terlebih dahulu, bukan hanya menekankan operasi modifikasi cuaca aja.
 
Hijau kering, itu pasti yang paling memikirkan sih ๐Ÿ˜‚. Saking seriusnya hujan ini, aku rasa BMKG harus lebih banyak lagi berfokus pada operasi modifikasi cuaca ya ๐ŸŒช๏ธ. Tapi kayaknya, kita harus mengakui, cuaca tidak bisa diprediksi 100%. Kita harus selalu siap, walaupun dengan perencanaan yang lebih baik untuk menghadapi hujan ini ๐Ÿ‘. Dan mesti jangan lupa, kita harus memperhatikan kondisi lahan ya ๐ŸŒฟ. Jadi, kita harus siap dengan everything, dari bahan bangunan hingga rencana darurat ๐Ÿ“.
 
aku nggak setuju sama BMKG, kalau nggak punya teknologi yang canggih lagi bagaimana kita bisa mengurangi hujan? apa sih kebuntuan kita semua? kan kita udah memiliki teknologi yang cukup untuk memprediksi cuaca jadi kenapa masih terjadi banjir dan longsor? aku pikir kita harus lebih fokus dalam mengembangkan teknologi yang bisa memberikan solusi yang lebih efektif daripada sekadar mengurangi 30 persen hujan.
 
haha aku suda kaget banget deh dengan kejadian ini ๐Ÿคฏ jadi bukan cuma hujan yang berat itu sendiri yang bisa menyebabkan longsor, tapi juga karena curah hujan yang tidak bisa diprediksi juga! ๐Ÿ˜ฑ itu artinya kita harus lebih waspada dan siap terhadap hujan yang tiba-tiba dan berlebihan. aku rasa operasi modifikasi cuaca memang harus berupaya untuk mengurangi hujan, tapi kita juga harus siap menghadapi kenyataan bahwa lahan jenuh itu tidak bisa diubah dengan mudah. kita harus lebih berhati-hati dan berencana terbaik untuk menghadapi musim hujan ini! ๐ŸŒ‚๏ธ
 
Ugak punya waktu untuk ngistres, aja sanya bawa longsor sama hujan yang jenuh deh! Tapi seriously, apa kaya BMKG dan Bupati Bandung Barat nulis di blog mereka? Operasi modifikasi cuaca (OMC) udah terbukti tidak bisa mendecek hujan berkepanjangan. Makanya kita harus lebih siap untuk menghadapi lahan yang jenuh, sebelum banjir atau longsor datang aja!

Aku rasa harus ada cara baru untuk mengatasi masalah ini, seperti ngembangkan teknologi yang lebih canggih untuk mendeteksi hujan berkepanjangan. Apalagi dengan kemajuan teknologi seperti IoT dan AI, aku pikir kita bisa mendecek cuaca dengan lebih akurat. Kita harus terus mengembangkan teknologi yang tepat untuk menghadapi perubahan cuaca ini! ๐Ÿค–๐Ÿ’ก
 
Hmm, hujan itu serus nggak bisa diprediksi ya... kayaknya kita harus lebih berhati-hati saat cuaca badai, ya ๐ŸŒ‚๏ธ. Jangan sampai kita terkejut seperti Bupati Bandung Barat yang terkejut longsor, bro ๐Ÿคฏ. Kita harus waspada dan menghadapi kondisi lahan yang jenuh, bukan hanya menunggu OMC yang mampu mengurangi hujan saja ๐ŸŒง๏ธ. Kita harus lebih siap dan strategis dalam menghadapi cuaca berbahaya ini, ya ๐Ÿ’ก.
 
๐ŸŒ‚๏ธ apa sih kayaknya cara BMKG ngatur cuaca? hujan 30 persen aja bisa mengurangi banjir, sih? ๐Ÿค” itu bukan banyak, kan? kita harus lebih berhati-hati dengan hujan ini ๐ŸŒง๏ธ. perlu disiapkan dulu lahan yang jenuh dari hujan lama sebelum hujan lagi datang... ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ
 
gak sabarnya juga sih, kalau mau berbicara tentang cuaca ya jadi selalu ngeganas... tapi apa yang bisa kita lakukan? hujan itu kaya gila, tidak bisa diprediksi, bahkan OMC saja hanya bisa mengurangi 30 persen aja... bagaimana kalau cuaca ini berkepanjangan lagi? tanah menjadi jenuh, makin banyak longsor dan banjir... kita harus lebih siap, bukannya semua orang panik juga, tapi kita harusnya sudah bawa sarung untuk banjir dan sandal untuk longsor ๐Ÿ˜‚๐ŸŒจ๏ธ
 
Hahaha, kayaknya lagi-lagi hujan menjadi masalah besar, aku rasa BMKG harus nggak asupin biar bisa banget ngatur cuacanya ๐ŸŒจ๏ธ. Tapi apa yang bisa mereka lakukan sih? Hujan berat tapi tidak bisa diprediksi juga memang salah satu kelemahan kita. Dan kayaknya operasi modifikasi cuaca itu bukan cuma solusi yang sempurna, karena hingga 30 persen aja ya bisa mengurangi hujan, nggak cukup banget? ๐Ÿค”

Dan kayaknya kalau longsor terjadi, itu bukan hanya karena hujan sendiri, tapi juga karena kondisi lahan yang jenuh. Aku rasa kita harus lebih berhati-hati dan waspada dengan cuaca berat, tapi juga perlu memperhatikan keamanan tempat tinggal kita. Kalau tidak, kayaknya kita akan terus menghadapi bencana hidrometeorologi yang tidak diinginkan ๐Ÿ˜ฌ.
 
Hmmm, makin serius lagi cuaca di Indonesia kira-kira... ๐ŸŒช๏ธ Aku pikir perlu kita waspada banget dengan hujan berkepanjangan ini, karena kalau tanah sudah jenuh, kan bisa jadi longsor atau banjir. Aku harap BMKG bisa terus mengupayakan operasi modifikasi cuaca (OMC) agar minimal dampaknya. Tapi siapa tahu, 30 persen saja bisa diprediksi, kayaknya kita harus lebih waspada dan siap terhadap areska. Aku doang rasa hujan ini serius sekali, perlu kita ambil hati-hati. ๐ŸŒง๏ธ
 
Gue kaget banget dengan kabar itu ๐Ÿ˜ฑ, hujan itu cuma sedang tapi bisa membuat banjir dan longsor, apa lagi hujan berat itu bisa jadi bencana besar seperti di Cisarua ๐Ÿคฏ. Tapi ayo kita bukan lupa, BMKG sudah mencoba operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mengurangi hujan, tapi cuma 30 persen saja yang berhasil ๐Ÿ™„. Artinya, sisa hujan yang tidak bisa diatur itu masih harus diterima oleh lahan, sih...

Gue pikir ini membuat kita jadi semakin ketakutan, karena hujan berkepanjangan sudah makin tanah menjadi tidak stabil dan memicu longsor atau banjir. Jadi, kita harus lebih berhati-hati dan siap terhadap bencana hidrometeorologi seperti ini ๐ŸŒ‚๏ธ.
 
Kalau gini, apa arti operasi modifikasi cuaca itu nggak bisa mengurangi hujan juga? Maksudnya kita kudu sambut hujan jenuh dulu sebelum itu bisa diatur sih? Mungkin ini bukti bahwa perangkap badai yang banyak dibicarakan nggak efektif banget. Guna apa lagi kalau hanya 30 persen aja yang bisa diatur? Kita harus lebih fokus pada mencegah longsor dan banjir dulu, kemudian cari cara untuk mengatasi hujan jenuh ya.
 
gak bisa percaya aja banget! BMKG bilang operasi modifikasi cuaca hanya bisa mengurangi hujan sekitar 30 persen, tapi apa arti gak bisa mengubah lahan yang jenuh? itulah masalahnya, kita harus lebih siap dan terkoordinir dalam menghadapi bencana hidrometeorologi ๐ŸŒช๏ธ. kalau tidak, kita akan kesalahan lagi seperti yang terjadi di Cisarua... semoga BMKG bisa meningkatkan kemampuan mereka untuk menghadapi cuaca berat ๐Ÿ˜ฌ.
 
๐ŸŒช๏ธ aku pikir ini kaya aja sistem cuaca kita masih banyak kesalahan... seperti nanti hujan datang dan langsung dibawa oleh wind ya? toh BMKG itu nggak bisa duga aja.. klo udah terjadi longsor banjir, apa lagi buat mengurangi bencana hidrometeorologi, 30 persen? itu masih banyak sisa curah hujan yang masih harus diterima oleh lahan... kita harus lebih waspada, serius aja dengan cuaca ini... ๐ŸŒซ๏ธ
 
Kalau gini, BMKG sudah bilang operasi modifikasi cuaca punya efeknya cuma 30 persen ya... jadi kita harus benar-benar menghadapi lahan yang jenuh bukan? Kalau tidak, longsor atau banjir itu bisa terjadi dengan cepat. Saya ingat aja kalau beberapa tahun lalu hujan berkepanjangan di Jawa Barat menyebabkan banyak sekali bencana alam... kita harus lebih siap dan bijak dalam menghadapi cuaca yang tidak stabil ๐Ÿ˜Š
 
Hujan ini benar-benar membuatku kaget ๐Ÿ˜ฑ. Saya penasaran kenapa BMKG tak bisa menebaknya, kayakanya cuaca itu harus ada aturan ya? ๐Ÿค”. Kita nggak bisa percaya bahwa hujan tekan 30 persen aja bisa mengurangi longsor. Kalau asalnya teken hujan 100 persen, apa artinya bisa ngatur cuacanya sendiri? ๐Ÿšซ

Saya pikir kalau BMKG harus ada cara lain untuk mencegah banjir, bukan hanya menebak atau mengurangi hujan. Mungkin perlu adanya teknologi yang lebih canggih atau sistem pemanenan air yang efisien. Kalau begitu, kita bisa mengatasi longsor dan banjir tanpa harus terburu-buru. ๐Ÿ’ก
 
kembali
Top