BMKG Meminta Warga Siap-Siap, Operasi Penurunan Awan Hujan Jadi Prioritas
Tiga hari sebelum musim hujan tiba, BMKG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melakukan operasi modifikasi cuaca di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Operasi ini bertujuan untuk menekan potensi bencana hidrometeorologi dengan menyemai NaCl (garam) dan CaO (kapur).
Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto mengatakan, operasi ini merupakan bagian dari upaya penanganan siaga darurat bencana hidrometeorologi di wilayah Provinsi DKI Jakarta. Sebelumnya, OMC juga telah dilaksanakan pada 13-19 Januari dengan menyemai 21,4 ton NaCL dan 7,4 ton CaO di total 31 sorti.
Penyemaian dilakukan untuk menjatuhkan awan hujan yang masih berada di lautan dan bergerak menuju daratan Jabodetabek. Selain itu, penyemaian juga dilakukan untuk menghambat pertumbuhan awan-awan baru sehingga tidak tumbuh secara optimal di daratan.
Direktur Operasi Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo menyatakan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini disupervisi secara teknis oleh BMKG. Sebelum melakukan penyemaian, dilakukan pemantauan radar cuaca dan pertimbangan matang untuk memastikan keberhasilan operasi.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Zaini Miftah menyatakan bahwa operasi ini bentuk mitigasi proaktif dan antisipasi dari pemerintah daerah. BMKG memprediksi potensi peningkatan curah hujan pada Dasarian II bulan Januari, sehingga OMC akan dilaksanakan selama 7 hari (16-22 Januari).
Tiga hari sebelum musim hujan tiba, BMKG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melakukan operasi modifikasi cuaca di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Operasi ini bertujuan untuk menekan potensi bencana hidrometeorologi dengan menyemai NaCl (garam) dan CaO (kapur).
Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto mengatakan, operasi ini merupakan bagian dari upaya penanganan siaga darurat bencana hidrometeorologi di wilayah Provinsi DKI Jakarta. Sebelumnya, OMC juga telah dilaksanakan pada 13-19 Januari dengan menyemai 21,4 ton NaCL dan 7,4 ton CaO di total 31 sorti.
Penyemaian dilakukan untuk menjatuhkan awan hujan yang masih berada di lautan dan bergerak menuju daratan Jabodetabek. Selain itu, penyemaian juga dilakukan untuk menghambat pertumbuhan awan-awan baru sehingga tidak tumbuh secara optimal di daratan.
Direktur Operasi Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo menyatakan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini disupervisi secara teknis oleh BMKG. Sebelum melakukan penyemaian, dilakukan pemantauan radar cuaca dan pertimbangan matang untuk memastikan keberhasilan operasi.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Zaini Miftah menyatakan bahwa operasi ini bentuk mitigasi proaktif dan antisipasi dari pemerintah daerah. BMKG memprediksi potensi peningkatan curah hujan pada Dasarian II bulan Januari, sehingga OMC akan dilaksanakan selama 7 hari (16-22 Januari).