BMKG menengahkan masyarakat di Jawa Tengah, Jateng, siang hari ini karena terjadi angin kencang. Siklon Tropis Luana bergerak menjauhi Indonesia menuju Australia, tetapi masih memberikan pengaruh terhadap dinamika atmosfer di wilayah selatan Indonesia.
BMKG melaporkan bahwa kecepatan angin permukaan di Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap mencapai 30 knot. Sementara itu, Pos Pengamatan Cuaca Bandara Tunggul Wulung Cilacap mengamati kecepatan angin mencapai 32 knot.
Dampak dari Siklon Luana berpotensi memicu angin kencang yang dapat terjadi sejak pagi hingga malam hari di wilayah Jawa Tengah bagian selatan. Berdasarkan data pengamatan BMKG, perbedaan tekanan udara antara belahan bumi utara dan selatan menyebabkan aliran angin dengan kecepatan yang cukup tinggi.
BMKG menekankan agar masyarakat di wilayah Jawa Tengah bagian Selatan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak angin kencang, seperti pohon tumbang, tiang listrik roboh, kerusakan bangunan, serta papan reklame yang rapuh.
BMKG melaporkan bahwa kecepatan angin permukaan di Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap mencapai 30 knot. Sementara itu, Pos Pengamatan Cuaca Bandara Tunggul Wulung Cilacap mengamati kecepatan angin mencapai 32 knot.
Dampak dari Siklon Luana berpotensi memicu angin kencang yang dapat terjadi sejak pagi hingga malam hari di wilayah Jawa Tengah bagian selatan. Berdasarkan data pengamatan BMKG, perbedaan tekanan udara antara belahan bumi utara dan selatan menyebabkan aliran angin dengan kecepatan yang cukup tinggi.
BMKG menekankan agar masyarakat di wilayah Jawa Tengah bagian Selatan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak angin kencang, seperti pohon tumbang, tiang listrik roboh, kerusakan bangunan, serta papan reklame yang rapuh.