BMKG mengingatkan masyarakat di Jawa Tengah bagian selatan untuk berhati-hati akibat siklon tropis Luana yang berpotensi memicu angin kencang di wilayah tersebut. Menurut Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG, Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, keberadaan siklon Luana di Samudra Hindia selatan NTT menyebabkan peningkatan kecepatan angin permukaan di wilayah selatan Pulau Jawa.
Dampak tidak langsung dari siklon tropis ini berpotensi memicu angin kencang yang dapat terjadi sejak pagi hingga malam hari. Kecepatan maksimum angin permukaan di Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap mencapai 30 knot, sedangkan di Pos Pengamatan Cuaca Bandara Tunggul Wulung Cilacap, kecepatan angin terpantau hingga 32 knot.
Siklon Luana memiliki tekanan udara minimum sekitar 993 hPa dengan kecepatan angin maksimum di sekitar sistem mencapai 40 knot atau termasuk dalam kategori siklon tropis tingkat satu. Meskipun bergerak menjauhi Indonesia menuju Australia, sistem tersebut masih memberikan pengaruh terhadap dinamika atmosfer di wilayah Indonesia bagian selatan.
BMKG mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak angin kencang dan memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG.
Dampak tidak langsung dari siklon tropis ini berpotensi memicu angin kencang yang dapat terjadi sejak pagi hingga malam hari. Kecepatan maksimum angin permukaan di Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap mencapai 30 knot, sedangkan di Pos Pengamatan Cuaca Bandara Tunggul Wulung Cilacap, kecepatan angin terpantau hingga 32 knot.
Siklon Luana memiliki tekanan udara minimum sekitar 993 hPa dengan kecepatan angin maksimum di sekitar sistem mencapai 40 knot atau termasuk dalam kategori siklon tropis tingkat satu. Meskipun bergerak menjauhi Indonesia menuju Australia, sistem tersebut masih memberikan pengaruh terhadap dinamika atmosfer di wilayah Indonesia bagian selatan.
BMKG mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak angin kencang dan memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG.