Pacitan, Jawa Timur diguncang gempa bumi M6.2 dini hari kemarin (5/2) yang berpotensi menyebabkan tsunami. Gempa tersebut memiliki episenter pada koordinat 8° LS dan 111° BT, tepatnya berjarak 89 km dari kota Pacitan di laut dan kedalaman 58 km.
Direktur BMKG Daryono menjelaskan bahwa gempa ini merupakan jenis megathrust yang terjadi karena aktivitas subduksi lempeng. "Gempa Pacitan pagi ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," katanya.
Gempa tersebut juga dapat merasuki beberapa wilayah lain di Pulau Jawa, termasuk bantul, Sleman, dan Malang. Namun, Daryono memastikan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi menyebabkan tsunami karena kekuatannya tidak mencapai magnitudo 7,0.
BMKG meneruskan permintaan agar masyarakat tetap memantau perkembangan peristiwa alam tersebut melalui kanal informasi resmi.
Direktur BMKG Daryono menjelaskan bahwa gempa ini merupakan jenis megathrust yang terjadi karena aktivitas subduksi lempeng. "Gempa Pacitan pagi ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," katanya.
Gempa tersebut juga dapat merasuki beberapa wilayah lain di Pulau Jawa, termasuk bantul, Sleman, dan Malang. Namun, Daryono memastikan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi menyebabkan tsunami karena kekuatannya tidak mencapai magnitudo 7,0.
BMKG meneruskan permintaan agar masyarakat tetap memantau perkembangan peristiwa alam tersebut melalui kanal informasi resmi.