Pulau Jawa dan Bali bakal menghadapi cuaca ekstrem hingga akhir Januari 2026. Menurut Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani, daerah-daerah tersebut masih berpotensi terkena curah hujan lebat pada periode ini.
"Kami memprediksi hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi di berbagai wilayah Indonesia hingga akhir Januari 2026. Selain Pulau Jawa dan Bali, Nusa Tenggara juga masuk dalam daftar wilayah yang terdampak cuaca ekstrem," kata Teuku saat Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi V DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta.
Menurutnya, pada periode 26-28 Januari 2026, curah hujan di beberapa wilayah seperti DKI Jakarta masih berada pada level tinggi. Dia juga menyebutkan bahwa daerah-daerah tersebut mencakup Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan seluruh Jawa serta Bali.
"Kami memprediksi intensitas curah hujan berkisar antara 50 hingga 100 millimeter (mm) per hari. Ini adalah kondisi di akhir bulan Januari ini di mana hujannya masih cukup tinggi atau hujan lebat 50 sampai 100 mm per hari," kata Teuku.
Teuku juga menjelaskan bahwa wilayah Pulau Jawa diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada Mei 2026 mendatang, sementara puncak musim hujan diprediksi masih berlangsung hingga Februari 2026.
"Kami memprediksi hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi di berbagai wilayah Indonesia hingga akhir Januari 2026. Selain Pulau Jawa dan Bali, Nusa Tenggara juga masuk dalam daftar wilayah yang terdampak cuaca ekstrem," kata Teuku saat Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi V DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta.
Menurutnya, pada periode 26-28 Januari 2026, curah hujan di beberapa wilayah seperti DKI Jakarta masih berada pada level tinggi. Dia juga menyebutkan bahwa daerah-daerah tersebut mencakup Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan seluruh Jawa serta Bali.
"Kami memprediksi intensitas curah hujan berkisar antara 50 hingga 100 millimeter (mm) per hari. Ini adalah kondisi di akhir bulan Januari ini di mana hujannya masih cukup tinggi atau hujan lebat 50 sampai 100 mm per hari," kata Teuku.
Teuku juga menjelaskan bahwa wilayah Pulau Jawa diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada Mei 2026 mendatang, sementara puncak musim hujan diprediksi masih berlangsung hingga Februari 2026.