Tim SAR gabungan berhasil menemukan "Black Box" pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Jawa Timur. Pencarian dan penyelamatan korban penumpang tersebut dilakukan oleh tim gabungan dari Yonif 700, Basarnas, dan Tonasa, yang bekerja sama dengan tim SAR lainnya.
Diperkirakan, posisi dua unit "Black Box" tersebut ditemukan di titik koordinat 04°55'46.8"S 119°44'50.1"E sekitar 150 meter dari puncak gunung. Posisi "black box" ini merupakan bagian penting untuk mengungkap penyebab terjadinya kecelakaan.
Selain dua "Black Box", masih delapan korban yang belum ditemukan masih terperangkap di dalam ruangan pesawat. Tim SAR gabungan, yang berjumlah sekitar 1.000 personel, terus melanjutkan proses pencarian dan penyelamatan tersebut.
Posko AJU Tompobulu, tempat penyimpanan "Black Box" tersebut, saat ini dilakukan serah terima oleh pihak KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) untuk penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kecelakaan pesawat.
Sementara itu, dua jenazah korban yang berhasil dievakuasi sudah diterbangkan ke kampung halaman mereka. Satu jasad diantaranya telah diidentifikasi oleh Tim DVI Polda Sulsel sebagai Florencia Lolita, yang akan ditemani oleh anggota keluarganya menuju Tondano, Sulawesi Utara.
Diperkirakan, posisi dua unit "Black Box" tersebut ditemukan di titik koordinat 04°55'46.8"S 119°44'50.1"E sekitar 150 meter dari puncak gunung. Posisi "black box" ini merupakan bagian penting untuk mengungkap penyebab terjadinya kecelakaan.
Selain dua "Black Box", masih delapan korban yang belum ditemukan masih terperangkap di dalam ruangan pesawat. Tim SAR gabungan, yang berjumlah sekitar 1.000 personel, terus melanjutkan proses pencarian dan penyelamatan tersebut.
Posko AJU Tompobulu, tempat penyimpanan "Black Box" tersebut, saat ini dilakukan serah terima oleh pihak KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) untuk penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kecelakaan pesawat.
Sementara itu, dua jenazah korban yang berhasil dievakuasi sudah diterbangkan ke kampung halaman mereka. Satu jasad diantaranya telah diidentifikasi oleh Tim DVI Polda Sulsel sebagai Florencia Lolita, yang akan ditemani oleh anggota keluarganya menuju Tondano, Sulawesi Utara.