Pada malam ini, Search Rescue Unit (SRU) berhasil menemukan 'kotak hitam' atau black box dari pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung. Kehadiran komponen penting ini merupakan langkah penting dalam mengungkap penyebab kecelakaan.
Asisten Operasi Kodam Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi, menyatakan bahwa tim gabungan dari Yonif 700, Basarnas, dan Tonasa berhasil menemukan black box pesawat sekitar pukul 11.00 Wita hari ini (21/1/2026). Tim SAR yang berjumlah sekitar 1.000 personel terus melanjutkan pencarian delapan korban yang belum ditemukan.
Saat ini sudah dua jenazah korban yang berhasil dievakuasi, dan satu jasad telah diidentifikasi oleh Tim DVI Polda Sulsel sebagai Florencia Lolita yang akan diterbangkan ke kampung halamannya di Tondano, Sulawesi Utara. Sementara itu, posisi dua unit black box lainnya ditemukan di titik koordinat 04°55'46.8"S 119°44'50.1"E sekitar 150 meter dari puncak gunung.
Black box yang berhasil ditemukan akan dilakukan serah terima ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) di Kota Makassar, untuk penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kecelakaan pesawat.
Asisten Operasi Kodam Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi, menyatakan bahwa tim gabungan dari Yonif 700, Basarnas, dan Tonasa berhasil menemukan black box pesawat sekitar pukul 11.00 Wita hari ini (21/1/2026). Tim SAR yang berjumlah sekitar 1.000 personel terus melanjutkan pencarian delapan korban yang belum ditemukan.
Saat ini sudah dua jenazah korban yang berhasil dievakuasi, dan satu jasad telah diidentifikasi oleh Tim DVI Polda Sulsel sebagai Florencia Lolita yang akan diterbangkan ke kampung halamannya di Tondano, Sulawesi Utara. Sementara itu, posisi dua unit black box lainnya ditemukan di titik koordinat 04°55'46.8"S 119°44'50.1"E sekitar 150 meter dari puncak gunung.
Black box yang berhasil ditemukan akan dilakukan serah terima ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) di Kota Makassar, untuk penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kecelakaan pesawat.