Cuaca di Nusa Tenggara Timur (NTT) terancam ekstrem dengan pertumbuhan awan hujan yang berpotensi meluas ke seluruh wilayah. Sebab demikian, peringatan dini dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sudah dikeluarkan.
Bibit siklon tropis 98P yang terbentuk di Teluk Carpentaria, Australia bagian utara ini menyebabkan daerah pertemuan dan perlambatan angin. Dengan demikian, terbentuknya gelombang atmosfer Low dan Kelvin yang semakin memperkuat suplai uap air dan dinamika atmosfer di wilayah NTT.
Peringatan dini ini berlaku mulai 30 Januari hingga 1 Februari 2026. Pada hari pertama, potensi cuaca ekstrem di wilayah Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Ende, Sikka, Flores Timur, Alor, Belu, TTU, Malaka, Sumba Tengah dan Sumba Barat berpotensi mengalami hujan lebat.
Pada hari kedua, potensi hujan lebat meluas ke seluruh wilayah NTT. Kemudian, pada 31 Januari, angin kencang berpotensi terjadi di Alor, Lembata, TTS, Kabupaten Kupang, Malaka, Rote Ndao dan Sabu Raijua.
Selain itu, Sti Nenote'k mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Mereka diminta untuk memantau perkembangan informasi cuaca dari BMKG dan menghindari aktivitas di wilayah rawan bencana saat kondisi cuaca memburuk.
Pertumbuhan awan hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang ini harus diwaspadai. Sehingga, masyarakat di NTT diminta siaga dan menghindari kegiatan di luar ruangan saat cuaca terburuk.
Bibit siklon tropis 98P yang terbentuk di Teluk Carpentaria, Australia bagian utara ini menyebabkan daerah pertemuan dan perlambatan angin. Dengan demikian, terbentuknya gelombang atmosfer Low dan Kelvin yang semakin memperkuat suplai uap air dan dinamika atmosfer di wilayah NTT.
Peringatan dini ini berlaku mulai 30 Januari hingga 1 Februari 2026. Pada hari pertama, potensi cuaca ekstrem di wilayah Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Ende, Sikka, Flores Timur, Alor, Belu, TTU, Malaka, Sumba Tengah dan Sumba Barat berpotensi mengalami hujan lebat.
Pada hari kedua, potensi hujan lebat meluas ke seluruh wilayah NTT. Kemudian, pada 31 Januari, angin kencang berpotensi terjadi di Alor, Lembata, TTS, Kabupaten Kupang, Malaka, Rote Ndao dan Sabu Raijua.
Selain itu, Sti Nenote'k mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Mereka diminta untuk memantau perkembangan informasi cuaca dari BMKG dan menghindari aktivitas di wilayah rawan bencana saat kondisi cuaca memburuk.
Pertumbuhan awan hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang ini harus diwaspadai. Sehingga, masyarakat di NTT diminta siaga dan menghindari kegiatan di luar ruangan saat cuaca terburuk.