Kemenhaj mengklaim telah berhasil menyelamatkan Rp180 miliar dengan menurunkan biaya layanan Armuzna. Menurut Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, langkah ini diambil karena pemerintah melakukan negosiasi harga bersih dalam proses pengadaan layanan tersebut. Sebelumnya, biaya Armuzna mengalami peningkatan secara signifikan.
Penghematan ini mencapai Rp180 miliar dengan menurunkan biaya armuzna dari Rp2.100 per jemaah menjadi Rp1.900 per jemaah. Gus Irfan menjelaskan bahwa ini merupakan hasil dari negosiasi yang dilakukan oleh Kemenhaj. Menurutnya, pemerintah tidak meminta "kickback" atau "fee" dalam proses pengadaan layanan tersebut.
Selain itu, Menteri Haji dan Umrah juga menyatakan bahwa kualitas layanan yang ditawarkan oleh Kemenhaj telah meningkat. Gus Irfan mengklaim bahwa kulitas layanan jemaah telah meningkat secara signifikan, terutama di aspek kenyamanan di tenda Mina.
Gus Irfan juga menyatakan bahwa persiapan haji lainnya di Arab Saudi telah berjalan lancar. Akomodasi di Mekah dan Madinah telah mencapai 97 persen dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.
Penghematan ini mencapai Rp180 miliar dengan menurunkan biaya armuzna dari Rp2.100 per jemaah menjadi Rp1.900 per jemaah. Gus Irfan menjelaskan bahwa ini merupakan hasil dari negosiasi yang dilakukan oleh Kemenhaj. Menurutnya, pemerintah tidak meminta "kickback" atau "fee" dalam proses pengadaan layanan tersebut.
Selain itu, Menteri Haji dan Umrah juga menyatakan bahwa kualitas layanan yang ditawarkan oleh Kemenhaj telah meningkat. Gus Irfan mengklaim bahwa kulitas layanan jemaah telah meningkat secara signifikan, terutama di aspek kenyamanan di tenda Mina.
Gus Irfan juga menyatakan bahwa persiapan haji lainnya di Arab Saudi telah berjalan lancar. Akomodasi di Mekah dan Madinah telah mencapai 97 persen dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.