Hujan deras memanggil Jabodetabek. Hujan ini diguyur kawasan DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) pada Senin pagi hingga menyebabkan banjir di sejumlah titik. Menurut Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG), hujan ini dipicu oleh kombinasi dinamika atmosfer skala regional yang saling memperkuat.
Hujan deras tersebut disebabkan peningkatan kecepatan angin di wilayah Laut China Selatan yang bergerak ke arah selatan melalui Selat Karimata hingga mencapai Pulau Jawa. Pola aliran angin meningkatkan pembentukan dan penguatan daerah konvergensi, khususnya di sepanjang Pulau Jawa, Bali, hingga NTB.
Selain itu, keberadaan daerah tekanan rendah di wilayah timur Australia juga memodifikasi pola sirkulasi angin regional. Sistem ini menyebabkan aliran angin di Indonesia bagian selatan menjadi lebih dominan ke arah timur sehingga semakin memperkuat konvergensi dan perlambatan massa udara di wilayah selatan Indonesia.
Hujan deras tersebut kemudian memicu banjir di sejumlah lokasi di Jakarta seperti Kelapa Gading, Sunter, Pademangan, hingga Mangga Dua. Banjir juga terjadi di Bekasi dan Bogor, Jawa Barat, serta Tangerang, Banten.
BMKG juga memperkirakan potensi hujan lebat hingga sangat lebat masih terjadi selama sepekan ke depan atau 12-18 Januari 2026. Selain Pulau Jawa dan Nusa Tenggara, hujan deras berpotensi terjadi di Sulawesi hingga Papua.
Masyarakat dan pemerintah di daerah setempat diminta waspada terhadap potensi bencana banjir, tanah longsor, dan gangguan transportasi. Puncak musim hujan secara umum tetap diprediksi terjadi pada periode Januari-Februari 2026.
Hujan deras tersebut disebabkan peningkatan kecepatan angin di wilayah Laut China Selatan yang bergerak ke arah selatan melalui Selat Karimata hingga mencapai Pulau Jawa. Pola aliran angin meningkatkan pembentukan dan penguatan daerah konvergensi, khususnya di sepanjang Pulau Jawa, Bali, hingga NTB.
Selain itu, keberadaan daerah tekanan rendah di wilayah timur Australia juga memodifikasi pola sirkulasi angin regional. Sistem ini menyebabkan aliran angin di Indonesia bagian selatan menjadi lebih dominan ke arah timur sehingga semakin memperkuat konvergensi dan perlambatan massa udara di wilayah selatan Indonesia.
Hujan deras tersebut kemudian memicu banjir di sejumlah lokasi di Jakarta seperti Kelapa Gading, Sunter, Pademangan, hingga Mangga Dua. Banjir juga terjadi di Bekasi dan Bogor, Jawa Barat, serta Tangerang, Banten.
BMKG juga memperkirakan potensi hujan lebat hingga sangat lebat masih terjadi selama sepekan ke depan atau 12-18 Januari 2026. Selain Pulau Jawa dan Nusa Tenggara, hujan deras berpotensi terjadi di Sulawesi hingga Papua.
Masyarakat dan pemerintah di daerah setempat diminta waspada terhadap potensi bencana banjir, tanah longsor, dan gangguan transportasi. Puncak musim hujan secara umum tetap diprediksi terjadi pada periode Januari-Februari 2026.