BGN Ungkap Jumlah Keracunan MBG Turun, Hanya 10 Kasus di Januari

BGN Mengakui Kasus Keracunan MBG Turun, Tapi Belum Nol Kasus di Januari 2026

Kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) masih terjadi di Indonesia, meskipun Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan nol kasus. Puncak kejadian gangguan keamanan pangan terjadi pada Oktober 2025 dengan total 85 kejadian, kemudian berkurang menjadi 40 kejadian di November dan kembali berkurang menjadi 12 kejadian di Desember 2025.

Menurut Kepala BGN, Dadan Hindayana, kasus keracunan masih terjadi karena masih ditemukannya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP). "Dan di Januari 2026 sudah terdapat 10 kejadian (keracunan) meskipun kami targetkan nol kejadian, tetapi masih saja ada pelanggaran SOP yang terjadi," ucap Dadan.

Namun, penurunan kasus keracunan tersebut sejalan dengan bertambahnya jumlah dapur SPPG yang telah memenuhi standar keamanan pangan. BGN mencatat sebanyak 6.150 SPPG telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), yaitu sekitar 32 persen dari total SPPG yang beroperasi.

BGN akan secara bertahap mendorong seluruh SPPG untuk memiliki akreditasi keamanan pangan. Akreditasi tersebut akan dibagi ke dalam tiga kategori, yakni unggul (A), sangat baik (B), dan baik (C). Dengan demikian, diharapkan kasus keracunan MBG dapat terus menurun hingga nol kasus.
 
Makasih banget informasi ini 🙏! Tapi kayak gue pikirnya, kalau BGN sudah bisa mengidentifikasi pelanggaran SOP yang ada di SPPG, itu bukan masalah kecil deh 😅. Kita harus makin serius dan cepat dalam proses akreditasi keamanan pangan nih! 🕒

Kalau gue coba bayangkan kayak ini, kalau setiap dapur SPPG yang belum terakreditasi harus dipulihkan terlebih dahulu 😬. Nah, itu artinya kita harus makin berkejaran dengan daftar dapur SPPG yang belum memenuhi standar keamanan pangan 🚀.

Tapi kayak gue lihat, penurunan kasus keracunan MBG ini sudah bisa melihat, itu bukan hal buruk deh 😊. Kita harus terus berusaha dan makin serius dalam mendorong seluruh SPPG untuk memiliki akreditasi keamanan pangan, ya! 💪
 
Pernah dengar kata "keamanan pangan itu tidak sendiri", kan? BGN itu coba mendorong semua SPPG untuk menjadi lebih baik, tapi masih ada yang pelanggar SOP, apa kabar gue? Mungkin kita harus belajar dari kesalahan-kesalahan orang lain agar kita bisa menjadi lebih baik. Semua itu terjadi karena masih banyak kasus keracunan MBG, kan? Gue pikir itu karena kita semua tidak mau berbagi informasi tentang keamanan pangan, jadi kita tetap saja terkena kerugian. Tapi gue yakin, dengan kerja sama kita bisa membuat perubahan! 💡🍴
 
Kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menjadi masalah yang serius di Indonesia 🤕. Menurutku, ini karena ada beberapa faktor yang menyebabkan kasus keracunan tersebut masih terjadi. Pertama, masih banyak SPPG yang tidak memenuhi standar keamanan pangan, sehingga makanan yang mereka tawarkan masih bisa menjadi sumber risiko bagi konsumen 🤦‍♂️.

Kedua, ada perubahan dalam target nol kasus keracunan MBG. BGN menargetkan ini dengan bertahap meningkatkan akreditasi keamanan pangan SPPG. Tapi, masih banyak kesalahan yang dilakukan oleh beberapa SPPG, sehingga konsumen masih menjadi korban 🤕.

Saya berharap BGN dapat terus mendorong SPPG untuk memiliki akreditasi keamanan pangan yang lebih baik. Dengan demikian, kasus keracunan MBG dapat terus menurun dan kita tidak perlu khawatir lagi tentang keselamatan makanan 🙏.
 
Pagi kek... nggak percaya sih kalau masih ada kasus keracunan MBG di Indonesia tahun 2026. Puncaknya udah turun banget, 12 kasus saja di Desember lalu. Tapi apa kabar jika SPPG yang melanggar SOP udah banyak banget? Kenapa BGN belum bisa nol kasus? Mungkin karena masih ada keragaman di kalangan SPPG...
 
ini masalah yang sering terjadi di Indonesia kayaknya. kalau aja gini bisa diantisipasi dari awal kira2 tidak ada kejadian lagi, tapi sepertinya masih banyak pelanggaran SOP... 6 ribu dapur sudah punya sertifikat SLHS, tapi masih ada 5 ribu yang belum, jadi apa nanti kalau masih terjadi kasus? toh aja biar masalah diantisipasi dulu deh.
 
Hei, kasus keracunan MBG masih terjadi banyak, tapi BGN bilang sudah berkurang ya 🤔 85 kejadian di Oktober lalu menjadi 12 di Desember, jadi kalau bisa berlanjut seperti itu aja, nanti 0 kasus sih 😅. Tapi, masih ada yang melanggar SOP, jadi perlu kita waspada ya 🚨. Sertifikat SLHS itu penting banget, karena kalau SPPG punya itu, maka aman juga panganannya 👌.
 
Makasih banget informasi di BGN gini, tapi udah lama sekarang lagi kasus keracunan MBG masih terjadi 🤦‍♂️. Aku rasa BGN udah berusaha keras untuk menurunkan kasus ini, tapi masih ada beberapa SPPG yang pelanggar SOPnya 😕. Baiklah, aku setuju bahwa penambahan dapur SPPG yang memenuhi standar keamanan pangan itu sejalan dengan penurunan kasus keracunan. Dan aku senang melihat BGN ingin mendorong semua SPPG untuk memiliki akreditasi keamanan pangan. Mungkin nanti bisa menurunkan kasus ini hingga 0, ya! 🤞
 
kembali
Top