BGN Tenggul Berrekrut 32.000 Pegawai, Mulai Februari 2026
Badan Gizi Nasional (BGN) dalam upaya meningkatkan akses makan bergizi bagi warga Indonesia, tenggul mengebut rekrutmen puluhan ribu pegawai baru untuk mengawaki Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI, Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa proses administrasi bagi calon pegawai baru ini sedang berlangsung dan ditargetkan rampung sebelum Februari 2026.
Proses rekrutmen tahap ini menarik ribuan orang yang telah melewati serangkaian tes seleksi. Seluruh calon pegawai baru ini harus mengisi daftar riwayat hidup dan pengusulan nomor induk, sehingga diharapkan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) mulai tanggal 1 Februari 2026.
Dalam proses rekrutmen tahap ini, BGN menyeleksi total 32.000 orang. Mayoritas dari jumlah tersebut akan dialokasikan untuk posisi strategis Kepala Satuan Pelayanan Gizi (SPPG). Jumlah pegawai ini mencerminkan kesempatan bagi ribuan lulusan program tertentu untuk bergabung dengan BGN dan mengawal SPPG di seluruh Indonesia.
Selain itu, rekrutmen tahap ini juga membuka posisi untuk tenaga pendukung profesional lain, seperti akuntan dan tenaga kesehatan gigi. Posisi-positif ini memiliki jumlah yang lebih terbatas dibandingkan dengan posisi Kepala SPPG.
BGN juga telah menyelesaikan pengangkatan tahap pertama dan telah resmi mengangkat 2.080 pegawai menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) sejak pertengahan tahun lalu. Berbeda dengan tahap sebelumnya yang lebih tersegmen pada lulusan program tertentu, tahap selanjutnya akan dibuka secara luas untuk mencari calon pegawai baru.
BGN berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) untuk gelombang rekrutmen berikutnya dengan kuota yang tak kalah masif. Pintu masuk menjadi pegawai BGN masih terbuka lebar, menarik bagi masyarakat umum yang ingin bergabung dalam upaya meningkatkan akses makan bergizi bagi warga Indonesia.
Dengan rekrutmen yang melimpah ini, diharapkan layanan makan bergizi dapat digunakan oleh ribuan orang di seluruh Indonesia.
Badan Gizi Nasional (BGN) dalam upaya meningkatkan akses makan bergizi bagi warga Indonesia, tenggul mengebut rekrutmen puluhan ribu pegawai baru untuk mengawaki Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI, Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa proses administrasi bagi calon pegawai baru ini sedang berlangsung dan ditargetkan rampung sebelum Februari 2026.
Proses rekrutmen tahap ini menarik ribuan orang yang telah melewati serangkaian tes seleksi. Seluruh calon pegawai baru ini harus mengisi daftar riwayat hidup dan pengusulan nomor induk, sehingga diharapkan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) mulai tanggal 1 Februari 2026.
Dalam proses rekrutmen tahap ini, BGN menyeleksi total 32.000 orang. Mayoritas dari jumlah tersebut akan dialokasikan untuk posisi strategis Kepala Satuan Pelayanan Gizi (SPPG). Jumlah pegawai ini mencerminkan kesempatan bagi ribuan lulusan program tertentu untuk bergabung dengan BGN dan mengawal SPPG di seluruh Indonesia.
Selain itu, rekrutmen tahap ini juga membuka posisi untuk tenaga pendukung profesional lain, seperti akuntan dan tenaga kesehatan gigi. Posisi-positif ini memiliki jumlah yang lebih terbatas dibandingkan dengan posisi Kepala SPPG.
BGN juga telah menyelesaikan pengangkatan tahap pertama dan telah resmi mengangkat 2.080 pegawai menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) sejak pertengahan tahun lalu. Berbeda dengan tahap sebelumnya yang lebih tersegmen pada lulusan program tertentu, tahap selanjutnya akan dibuka secara luas untuk mencari calon pegawai baru.
BGN berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) untuk gelombang rekrutmen berikutnya dengan kuota yang tak kalah masif. Pintu masuk menjadi pegawai BGN masih terbuka lebar, menarik bagi masyarakat umum yang ingin bergabung dalam upaya meningkatkan akses makan bergizi bagi warga Indonesia.
Dengan rekrutmen yang melimpah ini, diharapkan layanan makan bergizi dapat digunakan oleh ribuan orang di seluruh Indonesia.