Sekitar 10 satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), telah ditangguhkan operasionalnya. Langkah ini diambil setelah adanya sejumlah kasus keracunan pada pertengahan Januari 2026, yang menurut Badan Gizi Nasional (BGN) dipicu oleh kelalaian pengelola SPPG dalam menjalankan standar operasional prosedur (SOP).
Kepala BGN Dadan Hindayana menyebutkan bahwa ketidakpatuhan terhadap SOP menjadi faktor utama terjadinya masalah keamanan pangan dalam program tersebut. Beliau menyoroti SPPG di Mojokerto, Jawa Timur, sebagai salah satu penyebab utama kasus keracunan.
Dadan juga menyebutkan bahwa kualitas bahan baku menjadi penghambat untuk menghindari kejadian yang sama pada masa depan. Beliau menekankan perlu adanya perbaikan secara menyeluruh sebelum memberikan insentif kepada pengelola dapur.
Sementara itu, salah satu SPPG yang diminta menghentikan operasionalnya adalah Yayasan Mutiara Rawa Selatan di Desa Moyoketen, Tulungagung. Penangguhan ini menyusul keluhan diare yang dialami ratusan pelajar SMK Negeri 3 Boyolangu.
Sebelumnya, BGN mengungkapkan bahwa kasus keracunan terhadap program MBG masih terjadi hingga Januari 2026. Meski sebelumnya BGN menargetkan tidak ada insiden keracunan atau zero accident dalam pelaksanaan program tersebut.
Kepala BGN Dadan Hindayana menyebutkan bahwa ketidakpatuhan terhadap SOP menjadi faktor utama terjadinya masalah keamanan pangan dalam program tersebut. Beliau menyoroti SPPG di Mojokerto, Jawa Timur, sebagai salah satu penyebab utama kasus keracunan.
Dadan juga menyebutkan bahwa kualitas bahan baku menjadi penghambat untuk menghindari kejadian yang sama pada masa depan. Beliau menekankan perlu adanya perbaikan secara menyeluruh sebelum memberikan insentif kepada pengelola dapur.
Sementara itu, salah satu SPPG yang diminta menghentikan operasionalnya adalah Yayasan Mutiara Rawa Selatan di Desa Moyoketen, Tulungagung. Penangguhan ini menyusul keluhan diare yang dialami ratusan pelajar SMK Negeri 3 Boyolangu.
Sebelumnya, BGN mengungkapkan bahwa kasus keracunan terhadap program MBG masih terjadi hingga Januari 2026. Meski sebelumnya BGN menargetkan tidak ada insiden keracunan atau zero accident dalam pelaksanaan program tersebut.