Dua siswa SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, yang terluka parah dalam penabrakan mobil MBG (Makan Bergizi Gratis) kemarin masih menjalani rawat jalan dan pemulihan. Keduanya belum bisa kembali mengikuti pelajaran di sekolah.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyatakan bahwa 20 dari 22 korban sudah pulih sepenuhnya dan kembali bersekolah. Namun, dua siswa tersebut masih memerlukan perawatan intensif dan hari ini tidak bisa ke sekolah.
Dadan menjelaskan bahwa setelah penabrakan, beberapa murid SDN 01 Kalibaru masih menyimpan rasa trauma. Upaya pemulihan psikologis oleh aparat kepolisian terus dilakukan secara berkelanjutan.
"Kita pantau setiap hari perkembangan mereka," kata Dadan. "Trauma itu tidak bisa langsung hilang, tapi kita dapat membantu menghilangkan gejala-gejala trauma tersebut."
Saat ini, dua siswa yang terluka parah masih menjalani rawat jalan dan pemulihan di rumah. Salah satu korban adalah seorang guru bernama M. Maryono (56) yang mengalami patah tulang pada bagian kaki.
Meski demikian, semangatnya mengajar membuat ia sudah mulai kembali bekerja. Ia berkata bahwa motivasi utamanya adalah untuk bertemu dengan korban dan gurunya sendiri di sekolah tersebut.
Dadan juga menjenguk dua siswa yang belum bisa bersekolah dan mendatangi rumah mereka untuk memantau perkembangan mereka.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyatakan bahwa 20 dari 22 korban sudah pulih sepenuhnya dan kembali bersekolah. Namun, dua siswa tersebut masih memerlukan perawatan intensif dan hari ini tidak bisa ke sekolah.
Dadan menjelaskan bahwa setelah penabrakan, beberapa murid SDN 01 Kalibaru masih menyimpan rasa trauma. Upaya pemulihan psikologis oleh aparat kepolisian terus dilakukan secara berkelanjutan.
"Kita pantau setiap hari perkembangan mereka," kata Dadan. "Trauma itu tidak bisa langsung hilang, tapi kita dapat membantu menghilangkan gejala-gejala trauma tersebut."
Saat ini, dua siswa yang terluka parah masih menjalani rawat jalan dan pemulihan di rumah. Salah satu korban adalah seorang guru bernama M. Maryono (56) yang mengalami patah tulang pada bagian kaki.
Meski demikian, semangatnya mengajar membuat ia sudah mulai kembali bekerja. Ia berkata bahwa motivasi utamanya adalah untuk bertemu dengan korban dan gurunya sendiri di sekolah tersebut.
Dadan juga menjenguk dua siswa yang belum bisa bersekolah dan mendatangi rumah mereka untuk memantau perkembangan mereka.