BGN siap mengatur pola konsumsi dan bahan baku MBG menjelang Ramadhan. Langkah preventif ini dilakukan untuk menjaga kestabilan harga pangan, berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian.
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menyatakan bahwa BGN akan mengatur bahan-bahan apa yang harus digunakan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat Ramadhan. "Jadi, bahan-bahan apa yang harus kami alihkan dulu untuk digantikan dengan penggantinya agar harga tetap stabil," ujar Dadan.
BGN juga akan mengatur pola konsumsi dan bahan baku yang akan digunakan dalam MBG saat Ramadhan. "Kami bisa mulai mengatur bahan apa yang harus kami anjurkan untuk dikonsumsi," kata Dadan.
Dadan juga menyebut BGN telah mengeluarkan dana hingga Rp19,5 triliun pada Januari 2026 untuk program MBG. Dana itu disebutnya berhasil menggerakkan roda ekonomi, dengan meningkatnya kebutuhan berbagai bahan baku makanan maupun komoditas lainnya yang terkait.
Sebagai contoh, pengusaha sabun dapat diuntungkan oleh program MBG karena tiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG membutuhkan kurang lebih 25 liter sabun per harinya. "Jadi, banyak sekali para usahawan baru di Indonesia yang bergerak untuk memproduksi sabun sekarang diuntungkan dengan program ini," pungkas Dadan.
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menyatakan bahwa BGN akan mengatur bahan-bahan apa yang harus digunakan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat Ramadhan. "Jadi, bahan-bahan apa yang harus kami alihkan dulu untuk digantikan dengan penggantinya agar harga tetap stabil," ujar Dadan.
BGN juga akan mengatur pola konsumsi dan bahan baku yang akan digunakan dalam MBG saat Ramadhan. "Kami bisa mulai mengatur bahan apa yang harus kami anjurkan untuk dikonsumsi," kata Dadan.
Dadan juga menyebut BGN telah mengeluarkan dana hingga Rp19,5 triliun pada Januari 2026 untuk program MBG. Dana itu disebutnya berhasil menggerakkan roda ekonomi, dengan meningkatnya kebutuhan berbagai bahan baku makanan maupun komoditas lainnya yang terkait.
Sebagai contoh, pengusaha sabun dapat diuntungkan oleh program MBG karena tiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG membutuhkan kurang lebih 25 liter sabun per harinya. "Jadi, banyak sekali para usahawan baru di Indonesia yang bergerak untuk memproduksi sabun sekarang diuntungkan dengan program ini," pungkas Dadan.