BGN Akan Berikan 'Kartu Kuning' ke SPPG yang Salahi Prosedur

Badan Gizi Nasional (BGN) akan memberikan 'kartu kuning' kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyalahi prosedur. Hal ini diumumkan oleh Kepala BGN, Dadan Hindayana, sebagai tindakan keras terhadap insiden keracunan MBG yang terjadi di SMAN 2 Kudus, Jawa Tengah.

Dadan mengatakan bahwa SPPG yang akan diberi kartu kuning adalah mereka yang mengambil bahan baku makanan dari luar, sehingga membuat proses memasak tidak terawasi dengan baik. "Dan kita akan berikan peringatan cukup keras hal tersebut," tegasnya.

Selain itu, BGN juga akan memulai mengevaluasi pemilihan menu makanan di MBG. "Jadi beberapa menu mungkin harus kita hindarkan supaya kejadian tidak terulang kembali," sebutnya.

Jenis-jenis menu yang harus dihindari, katanya, berkaitan dengan skala jumlah penerima manfaat MBG. Untuk kelompok besar, menurutnya perlu ada perhatian yang lebih ekstra terkait pemilihan menu. "Ketika menjadi kelompok besar itu harus dengan quality control yang lebih saksama supaya tidak terbentuk zat-zat yang berbahaya," ujarnya.

Dengan demikian, BGN akan memberikan 'kartu kuning' kepada SPPG yang menyalahi prosedur sebagai tindakan keras terhadap insiden keracunan MBG.
 
Gue pikir kalau hal ini bukan hanya tentang memperbaiki proses memasak di SPPG, tapi juga tentang bagaimana kita bisa lebih waspada dan hati-hati saat mengonsumsi makanan di rumah tangga. Luar biasa apalagi kalau kita tidak sadar, kan? Gue ingat saat gue masih kecil, gue pernah sakit keracunan makanan, itu pengalaman yang sangat berat untukku. Jadi, memang benar-benar penting agar kita semua bisa lebih teliti dan waspada saat mengonsumsi makanan.

Saya rasa kartu kuning ini bukan hanya tentang hukuman, tapi juga tentang meningkatkan kesadaran dan kesehatan kita semua. Kita harus selalu ingat bahwa kesehatan adalah kekuatan dari diri sendiri, kan?
 
ini gak usah ngomong, apa yang perlu kita lihat adalah keselamatan masyarakat. kalau ada insiden keracunan MBG di SMAN 2 Kudus, itu sudah bikin keresahan banyak orang. tapi aku pikir pihak BGN harus lebih serius lagi. kartu kuning mungkin bukan cukup, kalau gini terjadi lagi, mungkin perlu ada tindakan yang lebih keras, seperti penutupan SPPG atau bahkan penyelidikan lebih lanjut.
 
Mana lagi bahan bakar kalah... di SMAN 2 Kudus sih? Kalau udah ada insiden keracunan, apa artinya SPPG yang mereka pegang sudah tidak bisa diandalkan lagi? Kartu kuning itu nggak penting, kan? Yang penting adalah mereka harus berubah dulu. Nah, kalau mau 'kartu kuning' aja, mending jangan lama lagi terjadi insiden seperti itu. SPPG yang harus berhati-hati, karena kalau tidak, siapa yang akan dijawab? 🤔
 
aku rasa kalau kartu kuning itu terlalu keras banget kan? aku pikir kartu kuning harus lebih banyak diberikan agar semua SPPG mengikuti prosedur dengan baik. kalau kartu kuning itu hanya diberikan kepada yang benar-benar salah, maka apa lagi yang harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan? aku pikir lebih baik banget jika BGN memberi pelatihan dan bimbingan yang lebih banyak agar SPPG bisa mengikuti prosedur dengan lebih baik. kartu kuning itu hanya akan menakut-nakuti, tapi tidak akan membantu meningkatkan kualitas layanan. 🙄
 
🙏 Ya, kan kalau gini kejadian di SMAN 2 Kudus itu, kayaknya BGN harus ngambil tindakan yang benar-benar serius. Kartu kuning itu nggak cuma sekedar peringatan aja, tapi juga bikin mereka SPPG itu harus hati-hati banget. Dan kalau memang ada masalah dengan menu MBG, mending buat perubahan sekarang sendiri daripada tunggu nanti. Quality control yang lebih baik itu penting banget agar tidak ada keracunan lagi. Dan BGN juga harus ngobrol dengan sekolah-sekolah yang lain, jangan cuma SMAN 2 Kudus aja yang perlu diwaspadai 😊
 
kembali
Top