Kita sudah sering mendengar, bahwa "Lebih Sehat dan Bugar" adalah salah satu resolusi tahun baru yang paling populer di kalangan masyarakat. Apakah benar-benar itu bisa menjadi kenyataan bagi kita semua? Jawabannya tidak pernah menyerah.
Kita sudah tahu bahwa olahraga, istirahat berkualitas dan makanan bergizi adalah hal-hal dasar untuk mencapai hidup yang lebih sehat. Namun, ada satu cara sederhana dan mudah dilakukan yang bisa memperbaiki banyak hal dalam diri kita, yaitu bernyanyi.
Menurut sejumlah antropolog, bernyanyi adalah bagian dari cara manusia berkomunikasi bahkan sebelum bahasa ditemukan. Berkomunikasi lewat vokalisasi untuk meniru suara alam dan mengekspresikan perasaan merupakan cikal bakal dari kemampuan kita berbicara.
Tidak mengherankan bahwa manusia, bahkan sejak sebelum lahir, sudah mampu menunjukkan reaksi positif terhadap musik. Dalam makalah "A Review of the Physiological Effects and Mechanisms of Singing", sekelompok peneliti dari Tiongkok dan AS menyebutkan bahwa bernyanyi memiliki banyak manfaat kesehatan.
Manfaatnya tidak hanya untuk fisik, tetapi juga untuk mental. Dengan bernyanyi secara rutin, kapasitas vital paru-paru (lung vital capacity/LVC) mengalami peningkatan. Selain itu, otot-otot yang berpengaruh pada pernapasan juga menjadi lebih kuat.
Tetapi manfaatnya tidak hanya terbatas pada fisik dan mental. Fungsi tubuh lain juga dapat menerima manfaat dari bernyanyi, termasuk detak jantung dan tekanan darah. Menurut studi yang dilakukan Ragavendra Baliga, seorang ahli penyakit dalam dari University of Ohio, bernyanyi pada dasarnya memiliki pengaruh yang sama terhadap tubuh dengan aktivitas fisik intensitas sedang.
Selain itu, sistem imun tubuh juga dapat ditingkatkan dengan bernyanyi. Sebuah studi dari tahun 2004 yang dilakukan sejumlah ilmuwan asal Jerman, menyebutkan bahwa bernyanyi, khususnya bernyanyi bersama dalam paduan suara, dapat meningkatkan sekresi immunoglobulin A.
Manfaat ini tidak hanya berlaku untuk fisik dan mental, tetapi juga untuk hubungan sosial kita. Bernyanyi secara berkelompok dapat meningkatkan rasa empati dan koneksi sosial kita. Kita bisa melihat contohnya di stadion sepak bola, di gereja.
Dengan meningkatnya kualitas hubungan dengan sesama manusia, kualitas kesehatan pun secara otomatis akan meningkat. World Health Organization (WHO) melaporkan pada Juni 2025 bahwa 1 dari 6 orang merasakan kesepian dan kesepian sendiri telah dikaitkan dengan kurang lebih 871 ribu kematian setiap tahunnya.
Jadi, kita harus mencoba untuk mewujudkan segala cita-cita atau resolusi yang berkaitan dengan peningkatan kualitas hidup. Dan salah satu cara yang paling mudah dan sederhana adalah dengan bernyanyi.
Kita sudah tahu bahwa olahraga, istirahat berkualitas dan makanan bergizi adalah hal-hal dasar untuk mencapai hidup yang lebih sehat. Namun, ada satu cara sederhana dan mudah dilakukan yang bisa memperbaiki banyak hal dalam diri kita, yaitu bernyanyi.
Menurut sejumlah antropolog, bernyanyi adalah bagian dari cara manusia berkomunikasi bahkan sebelum bahasa ditemukan. Berkomunikasi lewat vokalisasi untuk meniru suara alam dan mengekspresikan perasaan merupakan cikal bakal dari kemampuan kita berbicara.
Tidak mengherankan bahwa manusia, bahkan sejak sebelum lahir, sudah mampu menunjukkan reaksi positif terhadap musik. Dalam makalah "A Review of the Physiological Effects and Mechanisms of Singing", sekelompok peneliti dari Tiongkok dan AS menyebutkan bahwa bernyanyi memiliki banyak manfaat kesehatan.
Manfaatnya tidak hanya untuk fisik, tetapi juga untuk mental. Dengan bernyanyi secara rutin, kapasitas vital paru-paru (lung vital capacity/LVC) mengalami peningkatan. Selain itu, otot-otot yang berpengaruh pada pernapasan juga menjadi lebih kuat.
Tetapi manfaatnya tidak hanya terbatas pada fisik dan mental. Fungsi tubuh lain juga dapat menerima manfaat dari bernyanyi, termasuk detak jantung dan tekanan darah. Menurut studi yang dilakukan Ragavendra Baliga, seorang ahli penyakit dalam dari University of Ohio, bernyanyi pada dasarnya memiliki pengaruh yang sama terhadap tubuh dengan aktivitas fisik intensitas sedang.
Selain itu, sistem imun tubuh juga dapat ditingkatkan dengan bernyanyi. Sebuah studi dari tahun 2004 yang dilakukan sejumlah ilmuwan asal Jerman, menyebutkan bahwa bernyanyi, khususnya bernyanyi bersama dalam paduan suara, dapat meningkatkan sekresi immunoglobulin A.
Manfaat ini tidak hanya berlaku untuk fisik dan mental, tetapi juga untuk hubungan sosial kita. Bernyanyi secara berkelompok dapat meningkatkan rasa empati dan koneksi sosial kita. Kita bisa melihat contohnya di stadion sepak bola, di gereja.
Dengan meningkatnya kualitas hubungan dengan sesama manusia, kualitas kesehatan pun secara otomatis akan meningkat. World Health Organization (WHO) melaporkan pada Juni 2025 bahwa 1 dari 6 orang merasakan kesepian dan kesepian sendiri telah dikaitkan dengan kurang lebih 871 ribu kematian setiap tahunnya.
Jadi, kita harus mencoba untuk mewujudkan segala cita-cita atau resolusi yang berkaitan dengan peningkatan kualitas hidup. Dan salah satu cara yang paling mudah dan sederhana adalah dengan bernyanyi.