Sikap Eropa terhadap Piala Dunia 2026: Menghadapi Ancaman AS?
Piala Dunia 2026, turnamen sepak bola terbesar di dunia yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, mulai menjadi sorotan pertikaian antara Eropa dan Amerika Serikat. Ancaman tarif impor AS kepada delapan negara Eropa anggota NATO, termasuk Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia, telah memicu banyak pertanyaan apakah Piala Dunia 2026 akan menjadi target boikot dari Eropa.
Sikap UEFA terhadap situasi ini tetap "netral" seperti biasanya, namun jika perang dagang AS dengan Uni Eropa melibatkan negara-negara yang lolos Piala Dunia tersebut, kemungkinan besar seluruh negara Eropa akan memutuskan untuk tidak berpartisipasi di ajang tersebut. Ini merupakan contoh lain dari bagaimana olahraga di Indonesia sering menjadi sorotan politik, seperti saat Piala Asia 2019 dan 2023.
Sementara itu, presiden FIFA Gianni Infantino, yang juga memiliki hubungan dekat dengan Donald Trump, telah menerima penghargaan perdamaian atas nama FIFA untuk pemimpin AS. Ini menimbulkan keraguan bahwa Piala Dunia 2026 telah menjadi alat propaganda Trump.
Sikap dari Eropa terhadap Piala Dunia 2026 akan dipengaruhi oleh apakah Amerika Serikat memutuskan untuk mengambil tindakan militer atau tidak. Jika AS mengambil tindakan ini, kemungkinan besar semua negara Eropa yang lolos akan memutuskan untuk tidak berpartisipasi di ajang tersebut.
Dalam konteks sebelumnya, saat Piala Asia 2019 dan 2023, beberapa tim nasional dari Eropa telah menyerukan pemboikotan karena kejengkelan fans melihat kedekatan FIFA dengan pemerintah tertentu. Jika hal ini terjadi pada Piala Dunia 2026, kemungkinan besar semua negara Eropa yang lolos akan memutuskan untuk tidak berpartisipasi di ajang tersebut.
Sementara itu, asosiasi sepak bola di negara-negara Eropa juga sedang menganalisis keputusan FIFA dan siapa yang akan menjadi presiden baru. Ini menimbulkan keraguan bahwa Piala Dunia 2026 telah menjadi sorotan politik, sehingga kemungkinan besar semua negara Eropa yang lolos akan memutuskan untuk tidak berpartisipasi di ajang tersebut.
Dalam keseluruhan, sikap Eropa terhadap Piala Dunia 2026 masih belum jelas dan akan dipengaruhi oleh apakah Amerika Serikat mengambil tindakan militer atau tidak.
Piala Dunia 2026, turnamen sepak bola terbesar di dunia yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, mulai menjadi sorotan pertikaian antara Eropa dan Amerika Serikat. Ancaman tarif impor AS kepada delapan negara Eropa anggota NATO, termasuk Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia, telah memicu banyak pertanyaan apakah Piala Dunia 2026 akan menjadi target boikot dari Eropa.
Sikap UEFA terhadap situasi ini tetap "netral" seperti biasanya, namun jika perang dagang AS dengan Uni Eropa melibatkan negara-negara yang lolos Piala Dunia tersebut, kemungkinan besar seluruh negara Eropa akan memutuskan untuk tidak berpartisipasi di ajang tersebut. Ini merupakan contoh lain dari bagaimana olahraga di Indonesia sering menjadi sorotan politik, seperti saat Piala Asia 2019 dan 2023.
Sementara itu, presiden FIFA Gianni Infantino, yang juga memiliki hubungan dekat dengan Donald Trump, telah menerima penghargaan perdamaian atas nama FIFA untuk pemimpin AS. Ini menimbulkan keraguan bahwa Piala Dunia 2026 telah menjadi alat propaganda Trump.
Sikap dari Eropa terhadap Piala Dunia 2026 akan dipengaruhi oleh apakah Amerika Serikat memutuskan untuk mengambil tindakan militer atau tidak. Jika AS mengambil tindakan ini, kemungkinan besar semua negara Eropa yang lolos akan memutuskan untuk tidak berpartisipasi di ajang tersebut.
Dalam konteks sebelumnya, saat Piala Asia 2019 dan 2023, beberapa tim nasional dari Eropa telah menyerukan pemboikotan karena kejengkelan fans melihat kedekatan FIFA dengan pemerintah tertentu. Jika hal ini terjadi pada Piala Dunia 2026, kemungkinan besar semua negara Eropa yang lolos akan memutuskan untuk tidak berpartisipasi di ajang tersebut.
Sementara itu, asosiasi sepak bola di negara-negara Eropa juga sedang menganalisis keputusan FIFA dan siapa yang akan menjadi presiden baru. Ini menimbulkan keraguan bahwa Piala Dunia 2026 telah menjadi sorotan politik, sehingga kemungkinan besar semua negara Eropa yang lolos akan memutuskan untuk tidak berpartisipasi di ajang tersebut.
Dalam keseluruhan, sikap Eropa terhadap Piala Dunia 2026 masih belum jelas dan akan dipengaruhi oleh apakah Amerika Serikat mengambil tindakan militer atau tidak.