Pemboikotan Piala Dunia 2026? Seruan di Eropa, tetapi apakah akan bisa dipenuhi?
Tensi geopolitik Amerika Serikat (AS) dan negara Eropa terkait Greenland semakin meningkat. AS telah menyatakan bahwa ia akan menggunakan kekuatan dan paksaan untuk mencaplok wilayah tersebut. Hal ini membuat kondisi antara Eropa dan AS masih tidak menentu.
Saat ini, timnas negara-negara Eropa berpotensi melakukan boikot atas perhelatan sepak bola 4 tahunan itu. Pangkal masalahnya adalah tingginya tensi geopolitik Amerika Serikat (AS) dan negara Eropa terkait Greenland hingga ancaman tarif impor.
Piala Dunia 2026 kapan? Rencananya turnamen ini berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Jadwal piala dunia ini dilaksanakan di tiga negara yaitu AS, Kanada, dan Meksiko.
Di tengah situasi yang serba tak menentu itu, seruan untuk melakukan boikot Piala Dunia 2026 mulai muncul di Eropa. Opsi ini kini mulai diperbincangkan oleh politisi, eksekutif otoritas sepak bola hingga para fans di Eropa.
Dalam konteks ini, juru bicara Partai Sosial Demokrat Denmark, Mogens Jensen, menyatakan bahwa opsi boikot Piala Dunia 2026 merupakan salah satu alat terakhir yang seharusnya digunakan Eropa. Ia menilai bahwa pemboikotan ajang ini akan jadi lebih relevan dan mungkin terjadi jika Trump memilih invasi militer sebagai jalan keluar pencaplokan Greenland.
Sementara itu, politisi Jerman dari Partai Demokrat Kristen, Kanselir Friedrich Merz, juga menuturkan bahwa opsi pemboikotan bisa dilakukan tanpa adanya invasi langsung AS ke Greenland. Ia menilai bahwa jika Trump menindaklanjuti pengumuman dan ancamannya mengenai Greenland dan mulai perang dagang dengan Uni Eropa, sulit bagi dia untuk membayangkan negara-negara Eropa berpartisipasi dalam Piala Dunia.
Situasi tersebut kini meluas ke olahraga, khususnya sepak bola. Seruan pemboikotan Piala Dunia 2026 mulai diperbincangkan oleh para fans sepak bola di Eropa. Salah satu fans sepak bola yang menyerukan pemboikotan adalah warga Belanda, Teun van de Keuken.
"Ide boikot ini sekarang populer di kalangan penggemar sepak bola, seperti saya," kata van de Keuken kepada DW. "Saya tidak akan menyukainya jika ini terjadi karena kita akan memiliki Piala Duniaโyang selalu jadi sorotan dan favorit saya."
Meskipun seruan pemboikotan Piala Dunia 2026 mulai muncul di Eropa, tetapi apakah akan bisa dipenuhi? Saat ini masih menjadi pertanyaan yang belum ada jawabannya.
Tensi geopolitik Amerika Serikat (AS) dan negara Eropa terkait Greenland semakin meningkat. AS telah menyatakan bahwa ia akan menggunakan kekuatan dan paksaan untuk mencaplok wilayah tersebut. Hal ini membuat kondisi antara Eropa dan AS masih tidak menentu.
Saat ini, timnas negara-negara Eropa berpotensi melakukan boikot atas perhelatan sepak bola 4 tahunan itu. Pangkal masalahnya adalah tingginya tensi geopolitik Amerika Serikat (AS) dan negara Eropa terkait Greenland hingga ancaman tarif impor.
Piala Dunia 2026 kapan? Rencananya turnamen ini berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Jadwal piala dunia ini dilaksanakan di tiga negara yaitu AS, Kanada, dan Meksiko.
Di tengah situasi yang serba tak menentu itu, seruan untuk melakukan boikot Piala Dunia 2026 mulai muncul di Eropa. Opsi ini kini mulai diperbincangkan oleh politisi, eksekutif otoritas sepak bola hingga para fans di Eropa.
Dalam konteks ini, juru bicara Partai Sosial Demokrat Denmark, Mogens Jensen, menyatakan bahwa opsi boikot Piala Dunia 2026 merupakan salah satu alat terakhir yang seharusnya digunakan Eropa. Ia menilai bahwa pemboikotan ajang ini akan jadi lebih relevan dan mungkin terjadi jika Trump memilih invasi militer sebagai jalan keluar pencaplokan Greenland.
Sementara itu, politisi Jerman dari Partai Demokrat Kristen, Kanselir Friedrich Merz, juga menuturkan bahwa opsi pemboikotan bisa dilakukan tanpa adanya invasi langsung AS ke Greenland. Ia menilai bahwa jika Trump menindaklanjuti pengumuman dan ancamannya mengenai Greenland dan mulai perang dagang dengan Uni Eropa, sulit bagi dia untuk membayangkan negara-negara Eropa berpartisipasi dalam Piala Dunia.
Situasi tersebut kini meluas ke olahraga, khususnya sepak bola. Seruan pemboikotan Piala Dunia 2026 mulai diperbincangkan oleh para fans sepak bola di Eropa. Salah satu fans sepak bola yang menyerukan pemboikotan adalah warga Belanda, Teun van de Keuken.
"Ide boikot ini sekarang populer di kalangan penggemar sepak bola, seperti saya," kata van de Keuken kepada DW. "Saya tidak akan menyukainya jika ini terjadi karena kita akan memiliki Piala Duniaโyang selalu jadi sorotan dan favorit saya."
Meskipun seruan pemboikotan Piala Dunia 2026 mulai muncul di Eropa, tetapi apakah akan bisa dipenuhi? Saat ini masih menjadi pertanyaan yang belum ada jawabannya.