"Indonesia, Bangsa Paling Bahagia di Dunia?"
Presiden Prabowo Subianto mengaku terharu ketika mengetahui hasil survei yang menyatakan Indonesia sebagai bangsa paling bahagia di dunia. Tapi apakah benar? Mengapa Presiden Prabowo percaya Indonesia berada di posisi nomor satu?
Pernyataan Prabowo didukung oleh Global Flourishing Study (GFS), studi riset longitudinal berskala global yang bertujuan memahami apa yang membuat individu dan masyarakat dapat "berkembang" atau flourish dalam jangka panjang. Studi ini dilakukan melalui kolaborasi antara Human Flourishing Program (Harvard University) dan Institute for Studies of Religion (Baylor University), dengan dukungan teknis dan metodologis dari Gallup serta Center for Open Science.
GFS melibatkan lebih dari 200.000 partisipan dari 22 negara yang mewakili keragaman geografis, budaya, dan agama, termasuk Indonesia. Setiap negara menggunakan sampel nasional yang representatif, sehingga hasilnya dapat mencerminkan kondisi populasi secara luas.
Indeks Flourishing GFS terdiri dari 12 pertanyaan dalam 6 domain utama, yaitu kebahagiaan dan kepuasan hidup, kesehatan fisik dan mental, makna dan tujuan hidup, karakter dan kebajikan, hubungan sosial yang dekat, dan stabilitas finansial dan material.
Dari hasil survei tersebut, diketahui Indonesia berada di posisi puncak dengan total nilai Overall Flourishing Index sebesar 8,47 (dari skala 0β10) yang berarti tingkat "flourishing" atau kesejahteraan hidup bangsa Indonesia berada pada kategori sangat tinggi.
Tapi, apa yang membuat Indonesia menjadi bangsa paling bahagia di dunia? Menurut data BPS, peningkatan indeks kebahagiaan di Indonesia cenderung meningkat dalam kurun waktu empat tahun terakhir. Namun, ada juga beberapa provinsi di Indonesia yang masih belum memiliki tingkat kebahagiaan yang optimal.
Misalnya, Maluku Utara dan Kalimantan Utara menempati posisi nomor satu dengan nilai 76,34 dan 76,33 secara masing-masing. Sedangkan Provinsi Jambi menempati posisi ketiga dengan nilai 75,17.
Presiden Prabowo Subianto mengaku terharu ketika mengetahui hasil survei yang menyatakan Indonesia sebagai bangsa paling bahagia di dunia. Tapi apakah benar? Mengapa Presiden Prabowo percaya Indonesia berada di posisi nomor satu?
Pernyataan Prabowo didukung oleh Global Flourishing Study (GFS), studi riset longitudinal berskala global yang bertujuan memahami apa yang membuat individu dan masyarakat dapat "berkembang" atau flourish dalam jangka panjang. Studi ini dilakukan melalui kolaborasi antara Human Flourishing Program (Harvard University) dan Institute for Studies of Religion (Baylor University), dengan dukungan teknis dan metodologis dari Gallup serta Center for Open Science.
GFS melibatkan lebih dari 200.000 partisipan dari 22 negara yang mewakili keragaman geografis, budaya, dan agama, termasuk Indonesia. Setiap negara menggunakan sampel nasional yang representatif, sehingga hasilnya dapat mencerminkan kondisi populasi secara luas.
Indeks Flourishing GFS terdiri dari 12 pertanyaan dalam 6 domain utama, yaitu kebahagiaan dan kepuasan hidup, kesehatan fisik dan mental, makna dan tujuan hidup, karakter dan kebajikan, hubungan sosial yang dekat, dan stabilitas finansial dan material.
Dari hasil survei tersebut, diketahui Indonesia berada di posisi puncak dengan total nilai Overall Flourishing Index sebesar 8,47 (dari skala 0β10) yang berarti tingkat "flourishing" atau kesejahteraan hidup bangsa Indonesia berada pada kategori sangat tinggi.
Tapi, apa yang membuat Indonesia menjadi bangsa paling bahagia di dunia? Menurut data BPS, peningkatan indeks kebahagiaan di Indonesia cenderung meningkat dalam kurun waktu empat tahun terakhir. Namun, ada juga beberapa provinsi di Indonesia yang masih belum memiliki tingkat kebahagiaan yang optimal.
Misalnya, Maluku Utara dan Kalimantan Utara menempati posisi nomor satu dengan nilai 76,34 dan 76,33 secara masing-masing. Sedangkan Provinsi Jambi menempati posisi ketiga dengan nilai 75,17.