Perkiraan harga HP 2026 semakin mengkhawatirkan karena diperkirakan semakin meningkat. Dikutip dari beberapa sumber, harga gawai seperti smartphone dan laptop akan melonjak hingga 30-40% pada tahun depan.
Penyebabnya adalah lonjangan permintaan komponen khusus yang dibutuhkan oleh industri AI dan teknologi digital. Kenaikan harga ini terjadi karena penggunaan AI dalam skala besar membuat kebutuhan akan komponen teknologi meningkat tajam, seperti DRAM dan NAND.
Dalam kondisi ini, produsen gawai seperti Xiaomi mulai melakukan penyesuaian harga dengan dinamika pasar lokal dan global. Meski tidak menyebutkan angka pasti, namun perusahaan tersebut menegaskan bahwa penyesuaian harga akan mempertimbangkan banyak hal, termasuk ekspektasi konsumen.
Sementara itu, beberapa produsen lain juga mengalihkan kapasitas produksi mereka dari komponen umum ke komponen yang lebih berharga untuk AI dan cloud data center. Hal ini menyebabkan permintaan terhadap komponen teknologi meningkat tajam, yang rupanya turut menurunkan harga gawai di pasaran.
Perlu diingat bahwa kenaikan harga ini mempengaruhi total biaya produksi. Sebagai gambaran, jika sebelumnya RAM dan penyimpanan hanya menyumbang sekitar 15-20% dari total biaya produksi sebuah laptop, kini angka tersebut melonjak hingga 30-40%.
Biaya ini pun akhirnya dibebankan kepada konsumen sehingga harga gawai jadi lebih mahal. Hal ini juga berlaku untuk smartphone dan laptop.
Jika Anda ingin membeli gawai di 2026, pastikan Anda melakukan perencanaan yang matang dengan mempertimbangkan kebutuhan utama penggunaan serta memilih spesifikasi yang tepat. Pilihlah gawai dengan kapasitas RAM dan penyimpanan yang cukup sejak awal pembelian untuk menghindari kenaikan harga di kemudian hari.
Penyebabnya adalah lonjangan permintaan komponen khusus yang dibutuhkan oleh industri AI dan teknologi digital. Kenaikan harga ini terjadi karena penggunaan AI dalam skala besar membuat kebutuhan akan komponen teknologi meningkat tajam, seperti DRAM dan NAND.
Dalam kondisi ini, produsen gawai seperti Xiaomi mulai melakukan penyesuaian harga dengan dinamika pasar lokal dan global. Meski tidak menyebutkan angka pasti, namun perusahaan tersebut menegaskan bahwa penyesuaian harga akan mempertimbangkan banyak hal, termasuk ekspektasi konsumen.
Sementara itu, beberapa produsen lain juga mengalihkan kapasitas produksi mereka dari komponen umum ke komponen yang lebih berharga untuk AI dan cloud data center. Hal ini menyebabkan permintaan terhadap komponen teknologi meningkat tajam, yang rupanya turut menurunkan harga gawai di pasaran.
Perlu diingat bahwa kenaikan harga ini mempengaruhi total biaya produksi. Sebagai gambaran, jika sebelumnya RAM dan penyimpanan hanya menyumbang sekitar 15-20% dari total biaya produksi sebuah laptop, kini angka tersebut melonjak hingga 30-40%.
Biaya ini pun akhirnya dibebankan kepada konsumen sehingga harga gawai jadi lebih mahal. Hal ini juga berlaku untuk smartphone dan laptop.
Jika Anda ingin membeli gawai di 2026, pastikan Anda melakukan perencanaan yang matang dengan mempertimbangkan kebutuhan utama penggunaan serta memilih spesifikasi yang tepat. Pilihlah gawai dengan kapasitas RAM dan penyimpanan yang cukup sejak awal pembelian untuk menghindari kenaikan harga di kemudian hari.