Timnas Indonesia kini sedang berada di titik yang sangat penting. Pelatih baru, John Herdman, telah membuka tabungan untuk menghadirkan pemain-pemain terbaik ke negara ini. Meskipun sebagian besar pemain diaspora masih belum memutuskan untuk mewakili tim nasional, tetapi Pelatih asal Inggris tersebut yakin dapat meyakinkan mereka.
Menurut Herdman, fokus utama adalah menyentuh sisi emosional pemain agar mau mengikatkan diri dengan Indonesia. Ia ingin membawa pemain terbaik ke negara ini dan mencetak sejarah. Nilai emosional ini diyakini sebagai daya tarik luar biasa bagi para pemain diaspora.
Herdman memiliki pengalaman membujuk pemain, ketika masih menangani Timnas Kanda. Pada saat itu, ia berhasil meyakinkan Stephen Eustaquio, gelandang FC Porto, untuk memilih membela Timnas Kanada. Meskipun Eustaquio memiliki darah Portugal, tetapi visi jangka panjang yang ditawarkan oleh Herdman akhirnya membuatnya memilih Kanada.
Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan. Pemain-pemain grade A selalu berada di persimpangan pilihan. Mereka kerap dihadapkan pada peluang membela negara kelahiran atau negara leluhur. Oleh karena itu, Herdman harus menggunakan senjata andalannya: mimpi besar. Ia ingin menawarkan sesuatu yang melampaui sekadar proyek jangka pendek.
Herdman percaya bahwa kesempatan untuk menjadi generasi pertama yang membawa Indonesia tampil di Piala Dunia memiliki daya tarik luar biasa. Nilai emosional ini diyakini dapat meluluhkan hati para pemain diaspora. Oleh karena itu, ia akan terus berusaha meyakinkan mereka untuk bergabung dengan Timnas Indonesia.
Saat ini, kondisi skuad Garuda mirip dengan Kanada sebelum tampil di Piala Dunia 2022. Herdman yakin bahwa dengan visi jangka panjang dan mimpi besar, dia dapat membujuk pemain-pemain terbaik untuk mewakili tim nasional.
Menurut Herdman, fokus utama adalah menyentuh sisi emosional pemain agar mau mengikatkan diri dengan Indonesia. Ia ingin membawa pemain terbaik ke negara ini dan mencetak sejarah. Nilai emosional ini diyakini sebagai daya tarik luar biasa bagi para pemain diaspora.
Herdman memiliki pengalaman membujuk pemain, ketika masih menangani Timnas Kanda. Pada saat itu, ia berhasil meyakinkan Stephen Eustaquio, gelandang FC Porto, untuk memilih membela Timnas Kanada. Meskipun Eustaquio memiliki darah Portugal, tetapi visi jangka panjang yang ditawarkan oleh Herdman akhirnya membuatnya memilih Kanada.
Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan. Pemain-pemain grade A selalu berada di persimpangan pilihan. Mereka kerap dihadapkan pada peluang membela negara kelahiran atau negara leluhur. Oleh karena itu, Herdman harus menggunakan senjata andalannya: mimpi besar. Ia ingin menawarkan sesuatu yang melampaui sekadar proyek jangka pendek.
Herdman percaya bahwa kesempatan untuk menjadi generasi pertama yang membawa Indonesia tampil di Piala Dunia memiliki daya tarik luar biasa. Nilai emosional ini diyakini dapat meluluhkan hati para pemain diaspora. Oleh karena itu, ia akan terus berusaha meyakinkan mereka untuk bergabung dengan Timnas Indonesia.
Saat ini, kondisi skuad Garuda mirip dengan Kanada sebelum tampil di Piala Dunia 2022. Herdman yakin bahwa dengan visi jangka panjang dan mimpi besar, dia dapat membujuk pemain-pemain terbaik untuk mewakili tim nasional.