Bekasi Tunggu, Rp 75 Triliun Bangun Sumber Duit Masa Depan
Digital Edge mengumumkan investasi sebesar US$ 4,5 miliar untuk mendirikan data center raksasa di Bekasi. Proyek ini bakal menjadi salah satu kampus data center hyperscale AI terbesar di Indonesia. Data center ini berkapasitas 500 MW dan dapat ditingkatkan hingga 1 GW.
Pembangunan CGK Campus, tempat akan dibangun data center tersebut, dilakukan bertahap dengan target operasional pertama pada akhir 2026. Fase berikutnya ditargetkan beroperasi pada kuartal I dan II 2027. Proyek ini berlokasi 15 kilometer dari klaster data center raksasa lainnya dan berjarak 40 kilometer dari data center Digital Edge yang terletak di pusat Jakarta.
CEO Digital Edge, John Freeman, menyatakan bahwa CGK Campus adalah capaian strategi APAC dan investasi infrastruktur terbesar mereka. Sedangkan CEO Digital Edge Indonesia, Stephanus Oscar, mengatakan bahwa ekonomi digital di Indonesia tumbuh lebih cepat dibanding ketersediaan infrastruktur.
Oscar juga menyatakan bahwa AI membentuk masa depan layanan cloud dan enterprise. Mereka ingin menjadi paling depan dalam transformasi ini. Proyek ini mendukung kebutuhan belanja modal setiap anak perusahaan Digital Edge.
Transaksi investasi ini dilaksanakan pada 22 Januari 2026 dan dilakukan untuk mendukung peningkatan modal sebesar Rp 283 miliar. Nilai peningkatan modal pada DGE1 tercatat sebesar Rp 38 miliar, sedangkan pada DGE2 mencapai Rp 245 miliar.
Digital Edge mengumumkan investasi sebesar US$ 4,5 miliar untuk mendirikan data center raksasa di Bekasi. Proyek ini bakal menjadi salah satu kampus data center hyperscale AI terbesar di Indonesia. Data center ini berkapasitas 500 MW dan dapat ditingkatkan hingga 1 GW.
Pembangunan CGK Campus, tempat akan dibangun data center tersebut, dilakukan bertahap dengan target operasional pertama pada akhir 2026. Fase berikutnya ditargetkan beroperasi pada kuartal I dan II 2027. Proyek ini berlokasi 15 kilometer dari klaster data center raksasa lainnya dan berjarak 40 kilometer dari data center Digital Edge yang terletak di pusat Jakarta.
CEO Digital Edge, John Freeman, menyatakan bahwa CGK Campus adalah capaian strategi APAC dan investasi infrastruktur terbesar mereka. Sedangkan CEO Digital Edge Indonesia, Stephanus Oscar, mengatakan bahwa ekonomi digital di Indonesia tumbuh lebih cepat dibanding ketersediaan infrastruktur.
Oscar juga menyatakan bahwa AI membentuk masa depan layanan cloud dan enterprise. Mereka ingin menjadi paling depan dalam transformasi ini. Proyek ini mendukung kebutuhan belanja modal setiap anak perusahaan Digital Edge.
Transaksi investasi ini dilaksanakan pada 22 Januari 2026 dan dilakukan untuk mendukung peningkatan modal sebesar Rp 283 miliar. Nilai peningkatan modal pada DGE1 tercatat sebesar Rp 38 miliar, sedangkan pada DGE2 mencapai Rp 245 miliar.