BEI Bakal Meningkatkan Jumlah Investor Saham Dengan Mengatur Free Float 15%
Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menyatakan bahwa reformasi pasar modal yang akan dilakukan, salah satunya adalah peningkatan batas minimum free float menjadi 15 persen. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah investor masuk ke pasar saham Indonesia.
Menurut Jeffrey, peningkatan free float akan membuat pasokan saham yang beredar di pasar semakin besar. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas di pasar modal domestik. Dengan demikian, pasar modal Indonesia diharapkan dapat lebih dekat dengan standar global.
Peningkatan free float menjadi 15 persen juga diharapkan dapat meningkatkan demand investor asing, sehingga investor asing akan semakin banyak masuk ke pasar saham Indonesia. Selain itu, peningkatan transparansi di pasar modal juga dapat membuat investor domestik lebih percaya diri untuk memasuki pasar saham.
Saat ini, otoritas pasar modal tengah menggodok aturan batas minimum free float ini, untuk segera dapat diimplementasikan di tahun ini. Namun, Jeffrey tidak merinci kapan waktu pasti kebijakan baru ini akan mulai berlaku.
Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menyatakan bahwa reformasi pasar modal yang akan dilakukan, salah satunya adalah peningkatan batas minimum free float menjadi 15 persen. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah investor masuk ke pasar saham Indonesia.
Menurut Jeffrey, peningkatan free float akan membuat pasokan saham yang beredar di pasar semakin besar. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas di pasar modal domestik. Dengan demikian, pasar modal Indonesia diharapkan dapat lebih dekat dengan standar global.
Peningkatan free float menjadi 15 persen juga diharapkan dapat meningkatkan demand investor asing, sehingga investor asing akan semakin banyak masuk ke pasar saham Indonesia. Selain itu, peningkatan transparansi di pasar modal juga dapat membuat investor domestik lebih percaya diri untuk memasuki pasar saham.
Saat ini, otoritas pasar modal tengah menggodok aturan batas minimum free float ini, untuk segera dapat diimplementasikan di tahun ini. Namun, Jeffrey tidak merinci kapan waktu pasti kebijakan baru ini akan mulai berlaku.