BEI Respons Bank of Singapore Lepas Seluruh Saham Bank Capital

Kepemilikan Bank of Singapore Lepas dari BACA dalam Waktu Singkat

Dalam waktu kurang dari satu bulan, Bank of Singapore Limited melepas seluruh 2,8 miliar saham PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA). Aksi ini terjadi kurang dari 30 hari setelah bank tersebut membeli saham dalam jumlah yang sama pada 19 Desember 2025.

Menurut Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia, I Gede Nyoman Yetna, proses pelaporan seluruhnya mematuhi regulasi. "Berdasarkan pemantauan Bursa, PT Capital Global Investama dan Bank of Singapore Limited telah melakukan kewajiban pelaporan sebagaimana diatur dalam POJK nomor 4 tahun 2024 dan laporan tersebut telah terpublikasi di website Bursa sehingga publik dapat memperoleh informasi tersebut," kata Nyoman Yetna dalam keterangannya.

Kedua transaksi, baik pembelian maupun pelepasan, dilakukan melalui skema repurchase agreement (repo) tanpa pengalihan pengendalian. Harga transaksi pelepasan tercatat hanya Rp1 per saham, berbeda jauh dengan harga pembelian sebesar Rp168 per saham.

Untuk memperoleh kejelasan lebih lanjut, Bursa Efek Indonesia telah meminta klarifikasi langsung kepada manajemen BACA. "Bursa telah menyampaikan permintaan klarifikasi kepada pihak BACA untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai transaksi repo tersebut," tuturnya.

Bank of Singapore masuk ke BACA dengan status kepemilikan tidak langsung melalui GIA Ventures Pte Ltd. Mereka pun menegaskan tidak pernah menjadi pengendali BACA. Dengan demikian, aksi korporasi ini tidak menyebabkan perubahan pengendalian di perusahaan.
 
ahh, aku suka banget dengan repo agreement nih... kamu tahu apa itu? itu seperti pinjaman uang dengan proses yang cepat dan mudah... kalau jadi gak sempat untuk membeli sahamnya, bisa pinjam dulu dan kembalikan nanti dgn bunga. aku suka bikin investasi dengan repo agreement, tapi sayangnya aku belum punya uang banyak hehe... apa yang kamu pikir tentang repo agreement?
 
Pagi, aku pikir siapa tahu apa yang terjadi di BACA itu bisa jadi masih bagus nih... tapi kayaknya ada sesuatu yang curiga, yaudah. Mereka meluncur lari menjual sahamnya dalam waktu singkat aja, harga jauh berbeda banget antara kali mereka beli dan kali mereka jual... aku pikir ini mungkin bukan keputusan yang bijak. Dan Bursa Efek Indonesia sendiri juga harus ketat-ketat dengan segala informasi di dalam itu...
 
haha makasih info nih, tapi aksen gini sih terlalu susah untuk dipahami . apa sifatnya bank of singapura yang bisa langsung beli dan jual saham baca seperti itu? sih kalau mereka bule, karena ini terlalu asyik banget 🤯. kayaknya harus ada aturan yang lebih ketat ya, supaya tidak ada perusahaan manapun bisa melakukan hal seperti ini tanpa diawasi 🚨.
 
wahhh... apa yang terjadi dgn Baca?? kena keluarkan saham 2,8 triliun dlm waktu 1 bln, itu sangat cepat banget 🤯! mungkin ada sesuatu yang salah dlm transaksi itu, perlu diinvestigasi lebih lanjut. Bursa Efek Indonesia harusnya nggak nguruh-uruh seperti ini, kalo ada masalah harus jelasin ke publik 💬.
 
Aku pikir ini hanya cari cara mereka untuk keluar dari masalahnya... Bank of Singapore yang dulunya jadi pengendal BACA sekarang lepas dari itu, tapi aku rasa ini hanya cari cara mereka untuk ngeliat kapan tepat waktunya keluarkan sahamnya, dan kalau BACA terus turun lagi, mungkin mau balik masuk lagi, aja... Aku juga penasaran apa rencana Bursa Efek Indonesia nanti, jadi apakah ada konsekuensi dari ini...
 
Aku pikir kalau ada bank besar nggak boleh bareng ngeliput saham kecil suatu perusahaan tanpa ngerti terlebih dahulu sih bagaimana perasaan mereka. Misalnya kalo gini, bagaimana jadi kan perusahaan BACA udah punya sahamnya sendiri. Kalau bank boleh bareng meliput, apa artinya lagi perusahaan BACA punya sahamnya?

Mungkin ada konflik minat yang jadi masalah, tapi nggak usah terlalu serius deh. Pada awalnya aku pikir ini itu hal kecil banget, tapi kalo aku nonton aksi ini dari sudut pandang perusahaan BACA, aku paham kan kalau mereka rasa dihancurkan?

Mungkin ada cara cari solusi yang lebih baik lagi, jadi bisa mencegah hal seperti ini terjadi lagi. Misalnya, apakah bisa ada aturan khusus untuk transaksi repo, agar perusahaan-perusahaan besar nggak boleh meliput saham kecil tanpa ngerti terlebih dahulu?
 
Aku pikir ini gampang banget, Bursa efek Indonesia udah ngatur regulasi apa-apa, tapi ini aksi Bank of Singapore Limited terus2 menerus. Mungkin karena mereka udah punya strategi yang tepat, atau hanya sekedar main-main aja. Saya rasa ini menantang untuk diteliti lebih lanjut sih, apakah ada hal-hal yang tidak jelas di balik perubahan kepemilikan ini?
 
Hmm, kayaknya Bank of Singapore yang jadi peliputan saham BACA ini agak susah dibayangin 😕. Pertanyaannya gini, apakah mereka benar-benar tidak punya kontrol di mana-mana di dalam BACA? Mau dipercaya atau tidak, tapi aksi ini terasa kayaknya agak misterius juga. Dan sepertinya aksi ini berdampak ke pengendalian BACA, kayaknya bursa efek Indonesia harus lebih teliti dulu sebelum mengeluarkan klaim-klaim apa pun 🤔.
 
gak percaya kayaknya bank of singapore bisa lepas dari baca begitu cepat! nih, kalau gini kayakannya, mungkin ada cerita belakang yang bikin investor jadi panik dan wanna keluar cepat, ya? tapi apa sih yang bikin harga sahamnya berbeda sekali? Rp1 per saham itu kayaknya kurang ajaak banget!
 
Pagi dlu, aku rasa bank of singapore deh udah jauh dari strategi mereka, kan? Membeli saham lalu melepasnya dalam waktu 30 hari aja? Kamu bisa bilang apa lagi? 🤔 Aku pikir mereka malah salah strategi, kayaknya harus lebih berhati-hati. Tapi, sepertinya mereka udah mematuhi semua aturan dan regulasi, jadi aku tidak bisa bikin komentar negatif sih 😅. Yang penting adalah BCA tetap aman, kan? 🙏
 
Aku pikir ini keren banget! Bank of Singapore jadi punya saham BCA yang banyak dan lalu mau jualnya semua dalam waktu singkat. Mungkin karena mereka ingin menghindari resiko atau ingin mendapatkan laba dari penjualan saham tersebut. Aku juga penasaran apa yang terjadi dengan GIA Ventures Pte Ltd, siapa yang nanti akan menjadi pengendali BCA? Dan kenapa harga transaksi pelepasan jauh lebih rendah daripada pembelian?
 
aku rasanya penasaran apa yang sebenarnya terjadi di dalam transaksi repo yang dilakukan oleh Bank of Singapore Limited pada PT Bank Capital Indonesia Tbk. aku tahu bahwa repo adalah suatu skema yang memungkinkan pemilik saham menjual saham-nya kepada bank dengan jangka waktu singkat, tapi siapa tahu apa kejelasan dari transaksi ini. aku berharap Bursa Efek Indonesia dapat memberikan klarifikasi lebih lanjut tentang hal ini nanti. dan aku juga ingin tahu, mengapa harga transaksi pelepasan punya perbedaan sebesar Rp167 juta dengan harga pembelian. sepertinya ada sesuatu yang tidak beres di dalam proses ini 🤔📉
 
Maksudnya apa nih? Bank of Singapore bisa jadi aja kurang ngerti regulasi yang harus dipatuhi. Lagi-lagi mereka beli saham BACA dengan harga Rp168 kian lama kemarin, dan sekarang lagi pelepasan dengan harga Rp1. Tapi apakah mereka ngerti apa itu 'repo'? Semisal repotnya aja kayak ngambil uang dari kantor sambil nonton nonten.

Aku pikir Bursa Efek Indonesia harus lebih berhati-hati dalam memantau transaksi seperti ini, nih. Apakah mereka ngerti bahwa ini bisa jadi menimbulkan keraguan di kalangan investor? Karena aku liat kalau aksi ini terjadi kurang dari 30 hari, itu kayak nyaman banget. Jika benar-benar tidak ada masalah, maka kenapa mereka harus meminta klarifikasi lagi?

Gedean, apa yang dikatakan Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia tentang transaksi ini? Aku penasaran, nih!
 
Gue pikir ini suatu hal yang keren sekali! Kepemilikan bank luar negeri seperti Bank of Singapore memang perlu dilakukan dengan hati-hati, tapi tidak apa-apa juga kalau korporasi mau jual sahamnya. Gue penasaran banget kenapa harga pelepasan jauh lebih rendah daripada harga pembelian! 🤔📈 Seharusnya informasi ini harus disampaikan dengan jelas, gak ada yang salah kalau Bursa Efek Indonesia meminta klarifikasi langsung ke manajemen BACA. Ini bikin siapa pun penasaran tentang transaksi repo yang terjadi! 🤑💸
 
Wah, ini gini! Bank of Singapore kayaknya jadi penjual BACA yang cepat aja, baru 1 minggu setelah mereka beli. Makin aja curiga, siapa nih yang kirim keuntungan BACA itu? Mungkin ada sesuatu yang tidak beres di balik transaksi ini... Dan apa sih dengan harga Rp 168, itu cuma biaya pembelian saja? Ada sinyal tertutup yang ingin dikatakan?
 
aku penasaran apa yang bikin bank of singapore jadi cepat banget mau menjual saham baca 🤔... mungkin karena mereka malah beli saham baca dengan harga yang mahal sebelumnya, kayaknya ada koreksi pasar yang berarti 😅. tapi gak jelas sih, mungkin harus tunggu klarifikasi dari bursa dan manajemen baca ya 📊.
 
Eh kaya sih Bank of Singapore terus keluar dari BACA setelah cuma 1 bln waktu? Sepertinya mereka mau tebak2 sendiri apa yang penting deh, tapi toh tidak masuk akal kan? Mereka ambil sahamnya dan ngayaknya jadi tidak ada lagi 🤑. Saya penasaran kenapa Baca tidak bisa bercerita apa-apa tentang transaksi ini? Jangan sampai ada rahasia yang tersembunyi 🤫.
 
Aku pikir ini masalah tentang transparansi deh, kan? Kenapa bank itu bisa bermain-main dengan sahamnya dan tidak jelas tentang apa yang terjadi? Mau tahu kenapa Bursa Efek Indonesia harus meminta klarifikasi langsung ke manajemen BACA? Itu karena Baca bukanlah perusahaan kecil aja, tapi salah satu perusahaan besar di Indonesia! Dan kalo ini bukan masalah transparansi, apa yang ada lagi? Aku pikir ini bagian dari sistem yang tidak jelas dan korup. Kita harus lebih teliti dalam memantau aktivitas perusahaan-perusahaan besar seperti ini.
 
Makan siang apa nih? Aku suka makan krupuk udah lama ya... tadi aku coba cari resep krupuk sambal udah lama tapi tidak berhasil aku coba. Saya pikir berasanya masalah sausnya terlalu pedas. Tapi aku masih suka krupuk itu di hari biasa, apa kamu juga suka makan siang krupuk?
 
kembali
Top